Warga Nahdhliyin Do’akan Cek Endra Menjadi Gubernur Jambi

HCE
Foto : Bupati Cek Endra Menghadiri Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1442 di Tengah Warga Nahdhliyin Kecamatan Air Hitam – Sarolangun

JAMBI9.COM – Pada momentum 1 Muharram 1442 H, Kamis 20 Agustus 2020, Warga Nahdliyin ramai-ramai mendoakan Cek Endra menjadi Gubernur periode 2021-2025. Cek Endra dinilai sosok pemimpin yang paling peduli dengan agamanya dan dekat dengan para ulama.

Dilansir dari laman media jambilink.com (media partner jambi9.com), area Masjid Raya Baitussalam Pasar Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam Sarolangun bak hari raya, mereka mengenakan pakaian terbaiknya, datang ke lokasi acara untuk memeringati tahun baru islam 1442 Hijriyah. Yang menarik, semua peserta adalah kaum hawa. Hanya segelintir kaum adam, yang duduk sebagai tamu undangan.

Acara itu diinisiasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun. Dimulai selepas zuhur dan berakhir hingga asar menjelang.

Cek Endra dan sang istri, Rosita Endra menjadi tamu kehormatan. Bupati Sarolangun itu membaur bersama muslimat NU, membersamai peringatan tahun baru Islam itu. Hangat. Penuh kekeluargaan.

Di sela-sela acara, muslimat NU memanjatkan doa kepada Ilahi untuk Cek Endra menjadi Gubernur Jambi.

“Kita rindu pemimpin yang baik agamanya. Pemimpin yang peduli dengan agamanya. Sosok itu ada pada Bapak Bupati Sarolangun…” kata Aida Musthofia, Ketua PAC Muslimat NU Air Hitam, dengan suara nyaring berpidato menyambut kehadiran Cek Endra.

Di tengah ancaman degradasi moral, meluasnya penyebaran Narkoba, membuat negara harus betul-betul hadir di tengah masyarakat. Bukan sebatas memperbaiki ekonomi dan infrastruktur. Lebih jauh dari itu, negara mesti hadir untuk memperbaiki kapasitas sumber daya manusia.

“Selama memimpin Sarolangun, pak Cek Endra sudah membuktikannya. Dia lah pemimpin yang sangat peduli dengan agamanya. Peduli dengan pengembangan pondok pesantren. Peduli dengan pengajian. Kedepan, pemimpin seperti ini yang diidamkan rakyat,” tegasnya, lugas, padat.

Mengenakan atasan putih bersih dengan sorban hijau yang melingkar di pundak, Cek Endra tampil Cerah, secerah cuaca siang itu. Ia kerap mengumbar senyum semringah. Air mukanya memancarkan aura bahagia.

“Entah mengapa…ada semacam rasa bahagia jika hadir di tengah-tengah pengajian. Saya selalu ingin berlama-lama di acara-acara seperti ini. Teduh rasanya,” ungkap Cek Endra, yang berpidato tanpa teks.

Karena itu, semasa memimpin Sarolangun, Cek Endra paling sering menggelar acara pengajian. Bahkan, sebelum corona datang menggerayangi bumi, rumah dinas bupati itu saban bulan selalu saja diadakan pengajian rutin.

“Trimakasih atas do’a dan support dari warga Muslimat NU. Jika Allah berkehendak nantinya, dan saya dipercaya rakyat menjadi Gubernur, tak perlu sambut saya dengan gegap gempita. Cukup sambut saya dengan acara-acara pengajian. Karena inilah investasi kita di masa depan. di Akhirat kelak,”jelasnya.

Cek Endra dan istri lantas mendermakan sebagian rizkinya untuk anak-anak yatim di bawah asuhan Muslimat NU. Anak-anak itu tampak bahagia menerima santunan dari Cek Endra dan istri. Mereka mengecup tangan sang Bupati sembari menghadiahkan senyum semringah.

Cek Endra menyambut mereka dengan mengelus-ngelus kepala anak yatim itu. Acara diakhiri dengan mendengar siraman rohani oleh Ustad Aidil Fitrisyah LC, pimpinan Ponpes Misro Arofah Lubuk Linggau. Turut mengiringi Cek Endra, Tontawi Jauhari, Ketua DPRD Sarolangun beserta istri.(*)