Warga Isolasi Mandiri Covid 19 Mengaku Kurang Perhatian Pemerintah

 

Tim HCE Peduli Menyerahkan Bantuan kepada Warga Isolasi Mandiri Covid 19MERANGIN – Sebuah kondisi yang dapat dibilang memprihatinkan, itu lah yang dialami gadis belia bernama Bela (14) warga dusun Ringin Anom setelah pulang dari menuntut ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Termas Pacitan, harus menjalani isolasi mandiri COVID 19 (Corona).

Dari imformasi yang dihimpun media ini, Bela, Anak dari Ibu Lina dan Pak Imam yang bekerja sebagai buruh tani, beralamat di Desa Lantak Seribu Kecamatan Renah Pamenang Kabupaten Merangin, terkabar kurang mendapat perhatian layak dari Pemerintah setempat.

“Bela sempat dijeput pihak Pemkab Merangin, dibawa ke Bangko dan pulangnya hanya dikasih vitamin C dan amoxcicilin,” kata sumber kepada jambi9.com, Minggu (19/4/2020).

Dalam penelusuran media ini ke alamat dimaksud, mendengar pengakuan jujur yang terucap dari ibunda Bela.

“Benar, kami merasa kurang perhatian dari Pemerintah, dalam isolasi Bela tidak dibantu sama sekali,” ungkap Lina, Sang Ibu.

Namun hingga kini, Bela dikabarkan telah lewat masa karantinanya, seperti yang dituturkan seorang sumber.

“Tapi sekarang, Bela sudah lewat masa karantina,” ujar sumber jambi9.com.

Namun menurut beberapa orang sumber, kurangnya perhatian dari Pemerintah setempat, dinilai sebuah keprihatinan yang semestinya tidak mesti terjadi.

Tim HCE Peduli Memberikan Bantuan Sembako kepada Mbah Cahyo

Bukan itu saja, tak jauh dari kediaman Bela, media ini juga diperlihatkan pada suatu keadaan yang mengundang perasaan iba, Mbah Cahyo (67) warga
Dusun Sumber Mulyo, Penderita stroke puluhan tahun, yang juga dikabarkan jarang tersentuh bantuan Pemerintah setempat.

“Menurut cerita dari para sesepuh disini, Mbah Cahyo itu Pendiri Desa ini, namun jarang tersentuh bantuan Pemerintah dan boleh dikatakan terabaikan,” tambah Sumber.

Ada lagi, selain Bela dan Mbah Cahyo,yang lebih menyayat hati siapa pun yang melihat, Bunga (12) mengalami Disabilitas, tidak pernah mendapat sentuhan langsung dari Pemerintah Kabupaten Merangin, perihal ini diakui oleh kedua orang tua Bunga saat tim HCE Peduli menyambangi kediamannya bersama warga setempat dalam rangka sebuah kegiatan Bakti sosial.

Tim HCE Peduli Memberikan Bantuan Sembako kepada Penyandang Disabilitas

Menurut keterangan warga yang mendampingi tim HCE Peduli, Bunga yang mengidap penyakit Disabiltas kurang mendapat bantuan dan perhatian Pemerintah.

“Pengakuan Orang tuanya hanya ada satu kali, dan itu sudah lama sekali. saya tidak tau apa bentuk bantuan itu,
dan ini merupakan pertama kali bantuan dari orang lain, “Ungkap Daryanto, seperti meniru ucapan orang tua Bunga.

Sementara itu, Evi Firdaus selaku Koordinator tim HCE Peduli mengatakan, kedatangannya bersama tim dalam memberikan bantuan H Cek Endra kepada yang membutuhkan, karena memang sudah dari beberapa hari mendapat informasi tersebut.

“Iya, kita mendapat informasi ini dari warga setempat beberapa hari yang lalu, maka dari itu kita datang kesini melihat secara langsung seperti apa kondisinya, ternyata benar mereka membutuhkan uluran tangan kita semua, “Kata Evi Firdaus.

Terpantau, Evi Firdaus bersama tim HCE Peduli yakni Arik, Saipul Azwar, Abah Agus dan Ajenk Fikri langsung menyerahkan bantuan berupa sembako kepada tiga warga tersebut.

Evi Firdaus menyebut bantuan ini
merupakan bentuk kepedulian H Cek Endra kepada masyarakat, yang disalurkan melalui tim HCE Peduli.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, pada hari yang sama tim HCE Peduli juga telah menyerahkan bantuan sembako untuk warga terdampak Covid 19 kepada Relawan Covid-19 Kabupaten Merangin. (gus)