Wabup Hillal Tanam Padi Ladang Program P2D di Rantau Tenang

Pemerintah Kabupaten Sarolangun punya cara khusus dalam membela ekonomi masyarakatnya, yakni membantu dengan dana APBD dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan di bidang ketahanan pangan.

***

Bantuan ini digelontorkan dengan dana Rp. 200 Juta per desa setiap tahunnya, ini sudah berjalan 7 tahun, namanya dikenal dengan program P2DK, percepatan pembangunan desa dan kelurahan.

Di desa disebut P2D, Percepatan pembangunan desa dan di kelurahan disebut P2K atau percepatan pembangunan kelurahan.

Dalam kondisi normal, sebelumnya program ini digunakan untuk pembangunan fisik sarana ekonomi dan pendukung usaha ekonomi masyarakat dan usaha lainnya di bidang peternakan serta UKM.

Dan dalam menyikapi kemerosotan ekonomi masyarakat pada masa pandemi covid-19, Bupati Cek Endra dan Wabup Hillalatil Badri memfokuskan program ini pada bidang ketahanan pangan.

Pada hari yang CERAH itu, mewakili Bupati Cek Endra, Wabup Hillalatil Badri disambut meriah warga dalam penanaman perdana padi ladang (padi gogo) di lahan 10 Hektar, Rabu (23/9/2020) di Desa Rantau Tenang Kecamatan Pelawan.

Setibanya di lahan, Wabup langsung mengambil kayu tugal yang dibungkus kertas berwarna, Ia menugalkan benih padi bersama jajaran kepala OPD terkait, tanda dimulainya penanaman padi ladang dalam program P2DK tahun ini.

“Dengan dana P2DK Kita akan dapat menjaga ketercukupan kebutuhan pangan masyarakat dengan dengan penanaman padi sawah dan padi ladang serta tanaman pangan lainnya, ” kata Wabup Hillalatil Badri di depan masyarakat yang hadir.

Hadir dalam acara ini Kepala BPTP Provinsi Jambi, Kepala BPTP Provinsi Jambi Dr. Rustam, Kadis TPHP Sakwan, Kadid PMD Mulyadi, Kadis Ketahanan Pangan Dulmuin, Kadis Peternakan dan Perikanan Masturo Hardi dan Camat Pelawan Deni Subhan dan pejabat terkait.

Juga hadir Asisten Ekbang Dedi Hendri, Babinsa, Babin Kamtibmas, Petugas pertanian,
dan Tokoh masyarakat desa Rantau Tenang.

Wabup berharap dengan penanaman padi ladang ini dapat menjaga ketahanan pangan, Wabup meminta peran dan kerja aktif masyarakat, PPL dan pihak terkait.

“Kita berharap panen yang berlimpah, agar mencukupi kebutuhan pangan dan dapat dijual untuk menambah penghasilan dalam membeli kebutuhan lainnya,” harap Wabup.

“Dengan bantuan ini, kita harapkan masyarakat semakin bersemangat demi hasil yang maksimal,” ucapnya.

Senada dengan Wabup, Kadis TPHP Sakwan mengimbau unsur terkait dapat maksimal dalam kegiatan penanaman padi ladang dan padi sawah agar tercapai lonjakan produksi dan pendapatan masyarakat, hal ini dibutuhkan kerjasama unsur terkait.

“Agar hasil maksimal, kita harap semua unsur yang terkait berperan majsimal, agar ada lonjakan produksi dan pendapatan masyarakat, kita mengimbau masyarakat, PPL, masyarakat desa dan pihak kecamatan dapat bekerja sama,” imbau Kadis.

Terkait pengelolaan dana program ini, Kadis PMD Mulyadi menyebut masyarakat harus dapat memanfaatkan dana sesuai petunjuk teknis (Juknis) dan aturan yang sudah ditetapkan, agar dapat bermanfaat dengan maksimal, penggunaannya sesuai dengan kearifan lokal dan inovasi desa.

“Masyarakat harus menggunakan dana ini sesuai juknis dan aturan yang sudah ditetapkan dan maksimal dalam penggunaan dana, agar bermanfaat dan dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pendapatan masyarakat, ” ucap Kadis Mulyadi. (*)