Tragis, Gadis Usia 15 tahun Jadi Korban Hutang Narkoba Sang Bapak

Tahanan
SI (Kaos merah), Pelaku Pembunuhan terhadap M, di Sukasari- Sarolangun

JAMBI9.COM – Sungguh tragis nasib gadis belia di Sarolangun, M (korban) begitu singkatan nama gadis itu, tewas digorok IS (Pelaku) karena bapak korban yang bernama Gusnadi berhutang narkoba pada pelaku.

Sebelum digorok, siswi SMPN 17 Sarolangun Provinsi Jambi  itu sempat diperkosa pelaku, kasus ini terjadi karena Gusnadi belum membayar hutang kepada pelaku, hingga nyawa M anak gadisnya menjadi taruhan hutang narkoba sang Bapak.

Dari keterangan Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto, S. IK, M. si,korban tewas di kebun karet warga seputaran belakang kantor Lurah Sukasari Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun dengan luka bekas gorokan di leher, peristiwa pembunuhan ini terjadi sekitar tiga bulan lalu, pelaku berhasil dibekuk jajaran Polres Sarolangun.

“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan didapatkan imformasi bahwa pelaku pembunuhan M mengarah kepada SI yang sedang ditahan di Polres Sarolangun dalam perkara narkotika, setelah dilakukan interogasi terhadap SI, kemudian SI mengakui bahwa telah melakukan tindak pidana tersebut,” kata Kapolres saat membacakan press release di depan awak media, Rabu (1/7/2020) di aula Polres Sarolangun.

Saat diwawancarai awak media, SI menyebut Gusnadi mempunyai hutang narkoba sebesar Rp. 2.100.000,- dan setelah berkali kali ditagih tak kunjung dibayar.

“Bapaknyo punyo hutang narkoba samo sayo Rp. 2.100.000,- janji dibayar sore, ku tunggu dak jugo, malam dak jugo, sudah empat hari ku nunggunyo, akhirnyo aku ditelepon bandar di atas aku disuruh nyetor, ku nyari bapaknyo
dak jugo timbul-timbul,” ungkap SI menguraikan dalam dialeg bahasa Sarolangun, hingga terjadinya pembunuhan terhadap M, perempuan (gadis) tak berdosa itu.

Dari kronologi kejadian, Kapolres memaparkan bahwa sebelum meninggal, M berencana pergi belajar kelompok ke rumah temannya, namun hingga malam, M tak kunjung pulang ke rumah.

Dan akhirnya diketahui M dihadang pelaku di tengah jalan, korban diperkosa dan dibunuh, lalu dibiarkan begitu saja di kebun karet warga.

“Salah satu warga bernama Joko berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang dalam keadaan setengah telanjang dan terdapat luka sayatan (digorok) di bagian leher,” terang Kapolres.

Lanjut Kapolres, saat ini Polisi masih mendalami kasus pembunuhan M, dan sejauh ini Polisi baru mengungkap satu tersangka. SI diancam pasal berlapis, dengan perkara yang disangkakan, antara lain Pembunuhan berencana, Penganiayaan yang mengakibatkan orang mati, Persetubuhan anak, dan pasal lainnya, dengan pidana minimal lima belas tahun, seumur hidup, hingga hukuman mati. (gus)