Subling di Tungkal, Cek Endra Support para Penghapal Qur-an

JAMBI9.COM – Cek Endra lakukan kegiatan shalat subuh keliling (Subling) di Tungkal, Tanjung Jabung Barat. Seperti biasanya di Sarolangun Ia telah bersubling di lebih dari 250 masjid, dan juga di tempat dimana Ia bermalam.

Dinihari, selepas shalat tahajud, ia bergerak menuju Masjid Sepakat, di kawasan pasar PJ, Jum’at (18/9/2020).

Dikutip dari jambilink.com,
Ia diiringi rombongan, para pejuang subuh. Para jamaah tetap masjid Sepakat menyambutnya di ambang pintu.

Beberapa diantaranya terlihat kaget. Mereka hampir tak percaya, sesosok yang berdiri tegap di depannya, mengenakan jubah putih itu, adalah kandidat gubernur.

Haji Budi Rahmanto, imam Masjid Sepakat itu tak henti-hentinya tertegun. Baru kali ini ia ketemu pejabat dan calon Gubernur yang taat ibadahnya. Rajin berjamaah lima waktu di masjid.

Ia makin kaget begitu tahu Cek Endra adalah pelopor subuh keliling di kalangan pejabat Sarolangun. Yang menjadikan sholat lima waktu menjadi salah satu indikator penilaian kinerja pejabat.

“Kami selama ini tidak pernah ikut politik. Tapi, hati kami betul-betul tersentuh. Kami cinta dengan pejabat yang bagus akhlaknya. Bagus ibadahnya. Apalagi beliau menjaga subuhnya di masjid,”paparnya, panjang lebar.

Kata sang ustad, mereka punya jaringan pejuang subuh se indonesia. Mereka terhubung lewat grup WhatsApp. Di Jambi, mereka ketemu sosok Cek Endra, yang konsisten dan memelopori subuh keliling di Jambi.

“Makanya, beliau sengaja kami undang sholat di sini. Di rumah Allah, yang kami cintai ini,”katanya.

Ustad Abi–begitu ia akrab disapa– sangat percaya, pejabat yang dekat dengan Tuhannya itu, pasti bagus kinerjanya.

“Tidak akan macam-macam. Karena dia takut dengan Allah,” katanya.

Ia mendoakan, semoga langkah Cek Endra dimudahkan. Dimuluskan jalannya.

Sebelum beranjak, Cek Endra sempat menyapa anak-anak belia, yang didik Haviz di Masjid itu.

“Anak-anak ini belajar menghafal Qur’an di masjid?” Tanya Cek Endra, heran.

“Iya pak,” kata sang ustad.

Ada 250 anak belajar Haviz di sana. Semuanya berbiaya gratis.

“Subhanallah, Masjid sudah seperti pondok pesantren. Kedepan, harus lebih banyak masjid-masjid yang mencetak anak Hafidz-hafidzah,”ujar Cek Endra mensupport, sebagaimana dilakukannya di Sarolangun mendirikan pesantren Tahfidz Qur-an hingga mendirukan kampung Alqur-an.

Selepas subuhan, Cek Endra dan rombongan melipir warung kopi Cerah. Ya…nama warungnya Cerah.

“Pas dengan jargon kita nih,” seloroh Andan, rombongan Cek Endra.

Dari Masjid, CE berjalan kaki ke sana. Yang menarik, para jamaah itu mengawal Cek Endra, kiri kanan. Bak pasukan para komando, yang bersiaga penuh.

“Iya pak…ada intruksi kepada semua jamaah di bawah, untuk menjaga ustad dan orang-orang alim. Kami tak mau kasus ustad Jaber terulang lagi,”katanya.

Cek Endra bahagianya bukan main. Ia senang bisa bersua keluarga besar pejuang subuh di Kuala Tungkal itu.

Sebelum beranjak, Cek Endra dan jamaah sempat berswafoto. Mereka melepas Cek Endra dengan salam peluk.(*)