Sosok Misterius ini Ramaikan Bursa Pilwako Jambi, Siapa Dia?

Sepekan ini jagat politik Jambi dihebohkan kemunculan sosok misterius, dengan tampilan wajah polos dan sedikit ndeso. Lelaki berkumis bernama lengkap Samiun Siregar itu diklaim bakal ikut bertarung di laga Pemilihan Walikota Jambi periode mendatang. Banyak yang tak percaya dan menganggap manuver Samiun Siregar hanyalah lelucon. Tapi tunggu dulu. Tengok saja bagaimana wajah lugu, yang jauh dari tampang serius itu, sudah bertengger gagah di beberapa sudut Kota Jambi. Ada 19 titik papan iklan yang sudah disewa Samiun Siregar hingga setahun mendatang. Siapa sosok misterius ini? Seriuskah ia menatap Pilwako Jambi? Berikut penelusuran Jambi Link, media partner jambi9.com.

***

Jangan terkecoh dengan penampilan. Kalimat ini cocok untuk menggambarkan sosok Samiun Siregar. Sepintas lalu, figur yang mulai hangat dibincangkan itu memang terkesan, maaf, agak tak meyakinkan.

Kondisi itu diperparah dengan desain foto di baleho-baleho, yang terkesan asal. Jauh dari kata serius. Kurang ‘eye-cathcing’.

Tapi…. Anda mungkin tak percaya bahwa dibalik wajah polos itu, Samiun Siregar rupanya seorang ahli strategi. Anda mungkin lebih tak percaya lagi kalau Samiun sudah berhasil mengantar 4 anak kandungnya menjadi anggota DPRD Kota Jambi. Semuanya dalam usia muda.

Samiun juga pernah menjabat anggota DPRD di Padang Sidempuan, Medan.

Soal isi kantong, anda akan geleng-geleng. Dibalik kesederhanaan itu, Samiun rupanya seorang pengusaha minyak. Sejak muda, Samiun sudah menjadi pemasok minyak industri ke beberapa perusahaan besar.

Ingat kisah si poltak raja minyak dari Medan, yang dipopulerkan artis sekaligus pengacara kondang Ruhut Sitompul?

Samiun Siregar adalah si poltaknya versi Jambi.

Jambi Link mendatangi kediaman Samiun Siregar, di Jalan Kopral Ramli kawasan Pasir Putih, Senin 18 Januari 2020, kemarin. Kami ingin mendengar langsung dari Samiun Siregar ihwal manuver politiknya itu.

Kami dituntun aplikasi google maps untuk mencapai rumahnya, yang masuk sebuah lorong di sebelah kantor Balai Jalan, Pasir Putih. Rumahnya sekitar 1 kilometer dari kantor Balai Jalan itu.

Tidak terlalu sulit mencari rumah Samiun. Ia terbilang gaul dan dikenali hampir seluruh warga sekitar. Tapi, jangan tanya nama Samiun. Di sana, ia lebih akrab dengan sebutan Paku Siregar.

Sore itu, jarum jam sudah menunjuk angka 16.30. Kami memarkirkan kendaraan persis di depan rumahnya. Dua truk tangki berkelir putih biru, yang bodinya tertera tulisan “PT Rajainal Putra Siregar”, terparkir berjejer di halaman rumah itu.

Di sebelahnya terparkir pajero hitam dan sebuah minibus jenis avanza. Di teras rumahnya, sekelompok muda-mudi bercengkrama, sesekali mereka tergelak tawa sambil memainkan sebuah orgen. Di pintu masuk rumah itu ada tempelan Happy Birthday.

Dari arah samping, seorang lelaki muda berjalan terburu-buru. Ia bergegas menghampiri kami dan menyapa ramah.

“Jambi Link ya…?”sapanya sembari melempar senyum dan menyodorkan tangan kanannya.

Dia adalah Martua Siregar, putra sulung Samiun Siregar. Martua sukses duduk menjadi anggota DPRD Kota Jambi periode 2019-2024 dari dapil Jambi Selatan. Ia kini tercatat sebagai anggota komisi III.

Ia melenggang dari partai NasDem.

Diboyong ke arah belakang rumah, kami di sambut di sebuah ruangan, yang juga menjadi kantor PT Rajainal Putra Siregar. Perusahaan ini bergerak dibidang transportir minyak industri. Memasok BBM ke sejumlah perusahaan besar di Jambi dan sebagian Sumsel.

Kami memang gagal bertemu Samiun. Ia sudah keburu berangkat ke Padang Sidempuan, Medan, Jumat pekan lalu. Tapi, syukurlah… Jambi Link berhasil bertemu 4 orang anaknya yang menjadi anggota DPRD Kota Jambi dan istrinya, Hj Warda Sari Ritonga.

Dari mereka kami memperoleh informasi berharga, terutama ihwal manuver politik sang ayah, Samiun Siregar.

“Bapak serius… sebagaimana seriusnya beliau mengantar kami empat anaknya menjadi anggota DPRD Kota Jambi,”kata Paris Siregar.

Paris adalah putra ketiga Samiun. Ia menjadi anggota DPRD Kota Jambi dari PKPI masa bakti 2014-2019. Paris orangnya bersemangat. Ia terus bicara mengisahkan sepak terjang ayahnya.

“Saya belum lama tamat SMA ketika jadi anggota DPRD. Waktu itu masih semester 3 di Unbari. Saya bukan siapa-siapa di sini. Masih terlalu muda dan belum terkenal. Tapi, saya bisa jadi anggota DPRD karena peran Bapak,”beber Paris.

Samiun memang menjadi mentor politik mereka. Sekaligus mentor dalam urusan bisnis. Samiun punya enam anak. Lima lelaki satu perempuan.

Lewat kepiawaian berpolitik, empat anaknya sukses dikirim menjadi anggota DPRD. Mereka, oleh Samiun, seperti dipergilirkan.

Pada periode 2014-2019, Samiun sukses mengantar putra keduanya, Pardomuan Siregar (PKB) dan putra ketiganya, Paris Siregar (PKPI) ke kursi dewan. Periode berikut, 2019-2024, Samiun mempergelirikan anaknya yang lain.

Kali ini, Samiun berhasil mengantar putra sulungnya Martua Siregar dan anak keempatnya, seorang gadis belia bernama Maya Fitria Siregar ke kursi dewan. Keduanya dikirim lewat partai NasDem.

“Kami memang dipergilirkan. Dua-dua. Saya dulu duduk dari dapil Jambi Timur. Skarang diganti adik Maya. Kalau bang Pardomuan dulu dari dapil Jambi Selatan. Sekarang diganti abang tertua di dapil yang sama juga,” kata Paris, panjang lebar.

Samiun Siregar bersama istri dan keenam anaknya
Kolega sang ayah memang banyak di dapil ini, Jambi Timur dan Jambi Selatan. Jangan heran, anak-anak Samiun bisa mencuri kursi dewan dengan angka yang fantastis, berkisar 3 ribuan.

“Semuanya karena Bapak. Beliau yang turun. Kami banyak belajar dengan Bapak,” imbuh Pardomuan.

Pardomuan mengaku menjadikan sang ayah tempat diskusi. Ia kerap bertanya tentang tugas-tugas dewan kepada sang ayah. Juga bagimana cara sang ayah memelihara jaringan sosial.

“Bapak dulu pernah di dewan juga. Tapi bukan di Jambi. Bapak jadi anggota DPRD di Padang Sidempuan,”kata Pardomuan.

Duduk di dewan, Samiun sekaligus mencetak sejarah bagi tanah kelahirannya. Ia menjadi satu-satunya tokoh dari Desa Pintu Langit Jae yang berhasil menembus kursi DPRD Padang Sidempuan.

“Padahal bapak dari partai kecil waktu itu. Dari partai Patriot,” kata Pardomuan.

Sifatnya yang jenaka, kerap membuat banyolan, menyenangkan semua orang dan dermawan menjadi kunci kesuksesan politik Samiun.

“Pernah kami mau kirim mobil Innova ke Bapak. Untuk dipakai di kampung. Tapi Bapak gak mau. Beliau milih pakai mobil carry, yang ada baknya itu. Katanya supaya bisa banyak ngangkut petani. Bapak orangnya gitu. Baik ke semua orang,” kata Martua, putra sulungnya itu.

Mereka bercerita bagaimana Samiun mengajarkan cara bersosial yang benar. Di Jambi misalnya, Samiun punya Ambulance Gratis.

Biasanya, kata Gratis terkesan formalitas. Tidak bagi Samiun. Si sopir diharamkan Samiun memungut dana dari warga yang memakai Ambulance. Samiun sudah menyiapkan gaji bulanan, termasuk biaya operasional sopir ketika membawa Ambulance.

Samiun juga rutin membagi sembako ke tetangga dan warga tak mampu. Tak hanya di momen hari raya, bantuan itu ia gelontorkan hampir saban waktu.

“Setahun bisa tiga sampai empat kali bapak kasih sembako,”kata Martua.

Samiun saat ini memang jarang di Jambi. Sejak dipercaya orang kampungnya menjadi Kepala Desa Pintu Langit, Samiun lebih banyak berada di sana. Semua usaha dikelola putranya, yang mantan dewan itu.

Martua, Pardomuan, Paris kompak menjawab pertanyaan Jambi Link yang menanyakan ihwal manuver Samiun di Pilwako Jambi.

“Bapak sangat serius maju. Kami tak mungkin berani masang baleho dan sewa papan iklan kalau tanpa arahan beliau. Bapak berangkat dari orang susah. Beliau ingin menjadi pejabat bukan untuk mengejar kaya, tapi untuk mengentaskan kemiskinan. Membantu orang susah. Supaya tidak ada lagi orang nganggur. Karena kami sudah pernah merasakan bagaimana hina dan sakitnya menjadi orang miskin,” kata Paris disambut Pardomuan dan Martua.

Paris menyebut sudah menyewa hingga 19 titik papan reklame. Selain sedang mapping partai, mereka juga menyiapkan langkah lewat jalur independen. Diam-diam, Samiun sudah membentuk tim keluarga, yang bertugas mengumpulkan KTP.

Bukan sebatas wacana, tapi gerak politik itu sudah berjalan.

“Sekarang sudah terkumpul 4 ribu KTP. Target kita hingga setahun kedepan mengumpulkan 50 ribu KTP,” katanya.

Banyak yang ragu. Tak sedikit yang menganggap Samiun punya misi politik lain, menjadi calon anggota DPD RI misalnya. Apalagi untuk maju di Pilwako Jambi tidak bisa main-main, setidaknya harus menyiapkan dana hingga berpuluh-puluh miliar.

“Mungkin belum banyak yang tahu bagaimana Bapak. Beliau ahli strategi. Kami 4 orang anaknya bisa dikirim ke DPRD. Ini kan bukan perkara mudah. Apalagi soal Pilwako, Bapak punya strategi sendiri, yang mungkin tidak banyak orang tahu. Soal strategi, termasuk isi kantong, tentu tak bisa kami bongkar. Ini rahasia perusahaan hehehe…,”kata Paris.

Paris belum mau berkomentar soal siapa yang bakal digandeng Samiun sebagai wakil.

“Kita jalan dulu. Biarlah nanti mengalir saja. Yang jelas, Bapak orangnya serius. Sekali dia turun, dia pantang mundur. Orangnya konsisten. Kalau A ya A…,” tegas Paris.(*)