Sapa Warga Mendahara, Cek Endra Susuri Sungai Hitam Naik Speed Boat Kayu

Cek Endra nekat menyusuri sungai hitam simpang kiri, demi menyapa warga Mendahara.
Perjalanan yang tak mudah, medan sungai yang ditempuh cukup berbahaya. Speed boat kayu yang ditumpanginya berkali-kali berhenti di tengah sungai. Dinding speed boat sebelah kiri sempat patah menjelang pendaratan.

***

Cek Endra dan rombongan akhirnya bernafas lega. Tiga puluh menit menyusuri sungai mendahara, mereka sempat dicengkram dag dig dug.

Sungai itu tenang. Warnanya kehitam-hitaman. Tapi, binatang buas seperti Buaya menjadi ancaman bagi siapa saja yang melintas.

Sungai inilah yang disusuri Cek Endra ketika beranjangsana ke Desa Sungai Beras, Mendahara Ulu, Sabtu (3/10/2020) dikutip dari jambilink.com.

Jalur sungai memang menjadi akses utama menuju desa ini.

Cek Endra naik speed boat kayu dari pangkal jembatan Simpang Kiri. Ia diiringi Muhammad Juber dan Apif Firmansyah, anggota DPRD Provinsi Jambi dari fraksi Golkar.

Satu speed boat mengangkut 25 penumpang. Ada dua speed boat yang dicarter untuk mengangkut Cek Endra dan rombongan.

Sepanjang perjalanan, speed boat berkali-kali berhenti. Sampah kayu yang mengapung di sungai menyumbat kincir penggerak speed boat. Akibatnya, laju speed boat jadi terhambat.

Sepanjang perjalanan, Cek Endra takjub memandang keindahan alam ujung timur Jambi itu. Sesekali ia terlihat ngobrol serius bersama Juber dan Apif.

Cek Endra misalnya, bertanya tentang potensi alam dan sumber pendapatan warga setempat.

Sementara Juber, sambil menebar senyum menunjukkan sejumlah lokasi unik kepada Cek Endra.

“Itu namanya parit Jawa Timur pak,”ujar Juber.

Lokasi itu dibuka oleh warga trans, mayoritas dari warga Jawa Timur.

“Kalau di ujung sana namanya teluk Perancis,”imbuh Juber.

Nah, istilah Perancis itu muncul karena daerah itu bermukim banyak orang Perancis. Mereka bekerja di sebuah perusahaan kayu di sana.

Cek Endra manggut-manggut mendengar.

Di depan sana desa sungai beras sudah kelihatan. Parmin, si pengemudi mulai memperlambat laju speed boat. Ia bersegera menepi.

Menjelang merapat ke dermaga, dinding speed boat tiba-tiba koyak. Itu gara-gara badan speed boat menghajar sebuah pipa besi panjang di pangkal dermaga. Semua terdiam. Hening dalam beberapa detik.

“Pelan-pelan. Yang di atas naik dulu. Gantian. Biar dak oleng,”kata Apif, memberi arahan.

Alhamdulillah…Cek Endra dan rombongan turun dengan selamat. Mereka bergegas menuju rumah tokoh masyarakat setempat.

Di situ, Cek Endra berdiskusi dan berdialog bersama warga. Hingga kini acara baru saja dimulai. (*)