RSUD HM. Chatib Quzwain Terima Study Banding RSUD Sungai Gelam Muaro Jambi Dalam Rangka Studi Tiru Panti Rehabilitasi Napza Sarolangun

Napza
dr. Bambang Hermanto, M. Kes dalam kunjungan rombongan Studi Banding RSUD Sungai Gelam – Muaro Jambi di aula RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun

JAMBI9.COM – Dalam masa 6 bulan beroperasi, Panti rehabilitasi Napza (Narkotika Psycotropica dan Zat Adiktif lainnya) Sarolangun menjadi tempat Studi banding. Kali ini Panti rehabilitasi Napza yang dibangun dari APBD Sarolangun atas komitmen Bupati Drs. H. Cek Endra, dikunjungi rombongan RSUD Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (2/7/2020) tetkait rencana pendirian Panti rehabilitasi Napza di Kabupaten Muaro Jambi.

“Panti Rehabilitasi Napza Sarolangun sudah sudah beroperasi selama enam bulan, berdirinya panti rehabilitasi Napza di sarolangun atas komitmen Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra,” kata dr. Bambang, M. Kes pada sambutannya.

Hadir pada kegiatan tersebut Asisten I Kabupaten Muara Jambi Drs. Najamuddin, Asisten II kabupaten Sarolangun Ir. Dedy Hendri. M. Si, Kakan Kesbangpol Muara Jambi Drs. Herman, Kakan Kesbangpol Sarolangun Hudri, S. Pdi. M. Pdi, Direktur RSUD Sarolangun Dr. Bambang, M. Kes dan rombongan ASN RSUD, Kesbangpol. Dan Kabag Kesra Muara Jambi.

Para rombongan Studi banding Muaro Jambi dijamu di aula RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Panti Rehabilitasi Napza Sarolangun di eks Rest area Kecamatan Bathin VIII.

Diketahui, Panti rehabilitasi Napza Sarolangun adalah satu-satunya panti rehabilitasi Napza di tingkat Kabupaten /Kota se Provinsi Jambi yang dibangun dan dikelola dengan anggaran APBD.

“Tujuan ke Sarolangun adalah dalam rangka study banding, untuk meniru pembentukan panti Rehabilitasi Napza, mengetahui kronologis pendirian panti dan besaran dana yang dibutuhkan,” kata Asisten I Kabupaten Muara Jambi Drs. Najamuddin.

Perwakilan Direktur RSUD Sungai Gelam mengatakan Studi banding ini merupakan tahapan awal untuk pembentukan Panti Rehabilitasi Napza di Muaro Jambi karena jumlah peredaran narkoba yang tidak sedikit di Muaro Jambi.

Studi banding tersebut berlangsung dengan paparan materi oleh Kepala insralasi Panti Rehabilitasi Napza Sarolangun dr. Dady Chayadinata beserta staf instalasi, menerangkan bahwa bidang kerja instalasi meliputi pelayanan, terapi, kswajiban dan larangan residen.

Selanjutnya diselenggarakan tanya jawab tentang pentingnya peran Dinas Kesehatan dalam pembentukan Panti rehabilitasi, terkait SDM dan pelatihan-pelatihan yang diperlukan. (gus)