Rapat Pleno KPU Sarolangun, CE-Ratu Unggul dengan Perolehan Suara 64,02 Persen

JAMBI9.COM – Rapat Pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara tingkat Kabupaten Sarolangun Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi tahun 2020, telah selesai, Selasa malam 15 Desember 2020, di kantor KPU Sarolangun.

Sesuai Berita Acara dan Sertifikat Nomor : 133/PL.02.6-BA/1503/KPU-Kab/XII/ 2020,
Rapat pleno mencatat kemenangan Cek Endra-Ratu Munawaroh Paslon Nomor urut 1 dengan perolehan suara 82.902 atau 64,02 persen, diikuti Paslon Nomor urut 3 Alharis-Abdullah Sani dengan perolehan suara 37.027 atau 28,60 persen dan Paslon Nomor urut 2 Fachrori Umar-Syahril Nursal di posisi paling akhir dengan perolehan suara 9.556 atau 7,38 persen.

Partisipasi pemilih pada Pilgub Jambi 2020 adalah 66,27 persen dan suara tidak sah berjumlah 3.697 atau 2,78 persen.

Berita acara dan sertifikat hasil pemungutan suara tingkat Kabupaten Sarolangun Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi tahun 2020 dibacakan ketua KPU Sarolangun Muhammad Fakhri dan ditandatangani saksi paslon yang hadir.

Dari Saksi Paslon Nomor urut 1 ditandatangani oleh Kalib Maulana dan Dari Saksi Paslon Nomor urut 3 ditandatangani oleh Fadlan Kholik, sedangkan saksi Paslon Nomor urut 2 tidak menandatangani dan tidak hadir.

Sedangkan tanda terima penyampaian salinan Berita Acara dari Saksi Paslon Nomor urut 1 ditandatangani oleh Kalib Maulana, dari Saksi Paslon Nomor urut 3 ditandatangani oleh Fadlan Kholik, dan dari Bawaslu Kabupaten Sarolangun ditandatangani oleh Edi Martono.

Ketua KPU Sarolangun mengatakan tidak ditemukan kejanggalan atau pembetulan hasil perolehan suara.

“Alhamdulillah tidak ditemukan kejanggalan dan tidak ada pembetulan angka perolehan suara, semuanya sama dengan hasil pleno di tingkat kecamatan,” kata Muhammad Fakhri.

Ketua Bawaslu Sarolangun Edi Martono mengatakan Pilgub Jambi dan rapat pleno selesai dengan lancar dan aman, Ia menyebut pihaknya telah melakukan pengawasan dengan maksimal.

“Alhamdulillah Pilgub Jambi dan rapat pleno selesai dengan lancar dan aman, Bawaslu Sarolangun sudah melakukan pengawasan dan pencegahan dini terhadap dugaan pelanggaran dengan maksimal,” kata Edi Martono.

Namun Edi juga menyayangkan rendahnya partisipasi pemilih, yang jauh di bawah persentase Pemilihan Legislatif tahun lalu.

“Namun kita sayangkan, Partisipasi pemilih merosot jauh, hanya 66,27 persen, sangat jauh menurun bila dibandingkan dengan pemilihan legislatif 2017, yakni sebesar 82,3 persen,” ungkap Edi Martono.

Terkait penyebab rendahnya partisipasi pemilih pada Pilgub Jambi tahun ini, Ketua KPU Sarolangun Muhammad Fakhri mengaku tidak dapat memastikan penyebabnya, Ia menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan maksimal kepada setiap elemen masyarakat.
“Kami tidak dapat memastikan penyebab rendahnya partisipasi pemilih, yang jelas kami sudah melakukan sosialisasi kepada setiap elemen masyarakat yang mempunyai hak pilih, bahkan kepada warga suku anak dalam,” terang Fakhri.

Kontestasi Pilgub Jambi tahun ini belum final, hasil Rapat Pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi akan dibawa pada Rapat Pleno terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara di tingkat Provinsi Jambi yang akan diselenggarakan pada rentang waktu 19-20 Desember 2020 sesuai tahapan Pilkada serentak tahun 2020. (*)