Poktan Gading Batuah, Jadi Percontohan Ternak Unggas di Sarolangun

M. Tabri, Ketua Poktan Gading Batuah Berpose di Depan Ternak Puyuh Miliknya

JAMBI9.COM – Kelompok tani (Poktan) Gading Batuah menjadi percontohan di Kabupaten Sarolangun, poktan yang beranggotakan 20 orang ini, diketuai M. Tabri, memeilhara ternak unggas seperti bebek, ayam kampung, puyuh dan itik petelur.

Satu hal yang menarik, lokasi peternakan M. Tabri, ramah lingkungan, tidak menimbulkan bau menyengat (tidak busuk), beternak ayam disamping kamar tidur pun tidak berbau, tentunya dengan menggunakan tehnologi yang patut dicontoh.

Lokasi ternak unggas M. Tabli berada di tengah pemukiman warga RT. 13 Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun, sangat mudah dijangkau dari akses Jalan Lintas Sumatera, tepatnya tidak jauh dari gedung sekolah MAN Sarolangun.

“Alhamdulillah ternak unggas kami sudah jalan tiga tahun, belum ada protes dari masyarakat sekitar, karena tidak menimbulkan bau busuk, kita ada campuran khusus dalam pakan ternak,” kata M Tabri, Jum’at sore (11/9/2020) di lokasi ternaknya.

Itik petelur M. Tabri Dalam Usia Produksi

Lebih lanjut, M. Tabri mengungkapkan bahwa Poktan Gading Batuah sudah banyak mempunyai mesin tetas, dari jumlah anggota, 13 orang sudah mempunyai mesin tetas.

“Kita juga punya mesin tetas, sebanyak 13 orang, untuk mempruduksi anak ayam dan anak itik,” ungkapnya.

Dari keberhasilan memproduksi telur serta anak ayam dan anak itik, Poktan Gading Batuah sudah menjual hasil produksinya dan menerima pesanan telur ayam, telur itik dan telur puyuh, serta juga anak ayam dan itik.

“Kami sudah menjual hasil produksinya dan menerima pesanan telur ayam, telur itik dan telur puyuh, serta anak ayam dan anak itik, pemasarannya tidak sulit,” ucap M. Tabri, yang menyebut pakan ternak unggasnya diproduksi dengan racikan sendiri.

“Pakan ternak kita racik sendiri, kalau di segi biaya terhitung lebih murah dari pada pakan pabrik,” jelasnya.

Ternyata keberhasilan Poktan Gading Batuah diketahui para peternak unggas lainnya di Kabupaten Sarolangun, malahan tempat bertanya para peternak unggas dan sudah dijadikan percontohan.

“Yang belajar atau minta petunjuk sudah banyak, bahkan bisa dikatakan sebagai percontohan bagi peternak unggas di Kabupaten Sarolangun, ada yang dari Singkut bahkan dari Lubuh Resam Kecamatan Cermin Nan Gedang, Mereka bertanya dalam hal teknis pemeliharaan dan penetasan dan dalam racikan pakan,” terangnya.

Namun M.Tabri menyebut Poktan yang diketuainya masih butuh pelatihan dan penyuluhan dari pihak terkait.

“Kami masih membutuhkan penyuluhan dan pelatihan dari Dinas Peternakan, dalam hal pemeliharaan, pakan dan pengandangan agar hasil lebih maksimal, dalam waktu dekat kami akan mengajukan permohonan pada Disnakkan Sarolangun,” ujar M. Tabli yang mengaku sudah mengantongi penghasilan sekitar Rp. 1 Juta per minggu.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sarolangun, Masturo Hardi mengatakan, yang menjadi daya tarik dari peternakan unggas M. Tabri adalah tidak menimbulkan bau busuk. Karena diketahui banyak usaha yang serupa menjadi tidak jadi dilakukan atau gagal di tengah jalan oleh sebab usaha tersebut menimbulkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan warga sekitar lokasi.

“Memang iya, usaha peternakan M. Tabri sudah menjadi percontohan di Sarolangun, peternakannya tidak menimbulkan bau busuk, dan sebagaimana diketahui banyak usaha yang serupa menjadi tidak jadi dilakukan atau gagal di tengah jalan karena usaha tersebut menimbulkan bau busuk, dan diprotes warga sekitar,” kata Kadis.

Kadis juga mengatakan pihaknya selalu memberikan penyuluhan pada peternakan M. Tabri dan anggota Poktan Gading Batuah, namun diakuinya untuk pelatihan dalam hal pemeliharaan, teknis pakan dan pengandangan agar hasil lebih maksimal, menunggu program dari dinas Peternakan Provinsi Jambi.

“Kita selalu memberikan penyuluhan terkait pemeliharaan ternak dalam upaya keberhasilan produksi, hingga dalam hal pemasaran hasil produksinya, namun kalau untuk pelatihan, kita menunggu program dinas Peternakan Provinsi,” ucap Kadis Masturo Hardi. (gus)