Pengerjaan Jalinsum Telan Korban Jiwa, Rekanan dan Aparat Terkait Bungkam, Ada Apa?

JAMBI9.COM – Pengerjaan jalan lintas Sumatera menelan korban jiwa, setelah pengendara sepeda motor menabrak lobang jalan yang sedang diperbaiki, diduga rekanan (kontraktor jalan) tidak memenuhi standar K3, tanpa rambu-rambu dan tidak ada penerangan jalan.

Kejadian ini menambah angka laka lantas yang berakibat menelan korban jiwa di wilayah hukum Sarolangun.

Dari imformasi yang dihimpun media ini, kecelakaan terjadi beberapa hari lalu, pada malam hari sekira pukul 21. 30 WIB pada ruas Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di depan SMP Negeri Desa Tanjung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun.

Dua orang korban tersebut adalah warga Kabupaten Merangin, menggunakan sepeda motor berboncengan dan
terpental di badan jalan, satu orang korban meninggal dunia setelah di bawa ke Puskesmas Bathin VIII.

Dari penuturan petugas kepolisian, Amin, SH Bhabinkamtibmas, pada malam kejadian, setelah mendapat kabar laka lantas, Ia langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), “Saya mendapat kabar dari warga Tanjung,  ada lakalantas, dan Saya langsung menuju TKP selanjutnya membawa kedua korban ke Puskesmas Limbur Tembesi,” kata Amin.

Korban bernama Miftahul Qorib yang beralamat di Desa Talang Asal Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin, dan Wahyu Imron yang beralamat di Desa Ngaol ilir, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin. Salah satu korban bernama Wahyu Imron meninggal dunia, setelah beberapa menit berada di Puskesmas Limbur Tembesi, sementara Miftahul Qorib dalam keadaan  kritis dan di larikan ke RSUD Kol. Abun Jani Bangko -Merangin.

Dari kejadian ini, beberapa kali awak media mengkomfirmasi rekanan (kontraktor) pekerjaan, karena kejadian maut ini diduga atas kelalaian pekerja dan rekanan, namun pihak rekanan terkesan membisu dan diam seribu bahasa, sementara aparat terkait yakni Kasat Lantas Polres Sarolangun dihubungi beberapakali melalui telepon selulernya, tidak menjawab, dan tidak merespon, seolah-olah dan dapat diduga kejadian ini sengaja ditutup-tutupi, ada apa?

Persoalan atas kejadian ini, hingga berita ini diterbitkan masih manjadi tanda tanya besar di kepala beberapa awak media di Sarolangun, dan akan terus berupaya mengungkap fakta di balik dugaan bungkamnya aparat terkait. (tim)