Pengelola Ponpes Miftahul Najah Tangkit, Doakan Cek Endra Gubernur Jambi

“Ahlan wa Sahlan Pak Cek Endra…”

Cek Endra dan rombongan disambut dengan kalimat doa oleh pengelola Ponpes Miftahul Najah, Tangkit Muaro Jambi, Senin pagi 2 November 2020, semoga Yang Maha Kuasa mengabulkan Cek Endra sukses dalam ikhtiarnya menuju Gubernur Jambi.

****

Kyai Haji Ahmad Fauzi Al-Barbasy, pengasuh Ponpes itu tak henti-hentinya melempar senyum, menyambut kedatangan Cek Endra dan rombongan.

Cek Endra langsung duduk lesehan bersama perwakilan santri dan pengurus ponpes di teras rumah sang kyai.

Kyai Ahmad Fauzi menjelaskan panjang lebar keadaan ponpes, yang baru berjalan 3,5 tahun.

“Mohon dukungan agar kami diberi kekuatan untuk mencetak para santri,”ujarnya.

Mewakili keluarga besar ponpes, sang kyai sangat berterimakasih atas kunjungan silaturahmi ini.

“Mudahan silaturahmi ini membawa faedah bagi kita semua,” katanya.

Kyai mengaku sedang menata ponpes. Di sinilah, kata dia, sarana pembentukan karakter.

Kyai menaruh harap kepada Cek Endra, sebagai pengelola ponpes, Ia mendoakan Cek Endra sukses dalam ikhtiarnya menuju Gubernur Jambi.

“Sebagai pengelola kami doakan semoga bapak haji Cek Endra sukses dalam ikhtiarnya,” ucapnya, dikutip dari jambilink.com.

Kyai sempat curhat kepada Cek Endra. Ia menyebut kondisi ponpes yang masih memprihatinkan, fasilitas serba terbatas, karena semuanya masih swadaya. Belum ada bantuan pemerintah.

Sementara Cek Endra mengaku takjub melihat kondisi ponpes, yang belum genap 4 tahun berdiri.

“Ini sudah sangat luar biasa,” katanya.

“Apalagi ini dikelola dengan dana swadaya,” imbuhnya.

Diakui Cek Endra, pemerintah memang harus hadir untuk memastikan majunya sebuah ponpes. Tanpa kepedulian pemerintah, kata Bupati Sarolangun itu, gerak kemajuan ponpes pastilah berjalan pelan.

Makanya, semasa di Sarolangun, Cek Endra menaruh perhatian serius pada ponpes.

Diakui, dari penelusuran media ini,semasa Cek Endra memimpin Sarolangun, Ponpes tumbuh sunbur dan maju.

Ponpes dibantu menanggulangi biaya operasional dan mendapatkan hibah lahan untuk perkebunan yang menjadi sumber keuangan ponpes.

Buktinya, 48 Ponpes di Kabupaten Sarolangun sudah terakreditasi Nasional, dan jumlah tersebut terus akan meningkat, sebagaimana diungkapkan Kepala Kemenag Sarolangun M. Syatar, beberapa waktu yang lalu.

Cek Endra menyebut Ponpes adalah medium pencetak akhlak dan moral anak-anak, dan pemerintah harus hadir.

“Karena ponpes adalah medium pencetak akhlak dan moral anak-anak. Di sinilah tempatnya. Pemerintah harus hadir. Tak boleh alpa,” kata Cek Endra.

Sekali lagi, ia bangga dengan ponpes yang baru lahir ini. Tapi, inovasinya sudah sangat luar biasa.

“Kembangkan terus. Saya sangat mensupport,”ujarnya. (*)