Peduli Ekonomi Masyarakat, Bupati Cek Endra Luncurkan Program Padat Karya

 

Foto : Cek Endra ikut membersihkan jalanan yang disergap semak belukar di bawah terik matahari.

Di tengah shaum ramadhan, Cek Endra ke sana-sini menenteng golok. Di tepi jalan, ia mencacah semak belukar yang tumbuh rimbun beronggok-onggok. Dia berpeluh-peluh keringat demi rakyat.
——————————————————–

Ia bukan pemimpin yang melulu sibuk dengan rapat-rapat. Bukan pula Bupati yang hobi mengontrol bawahan dari ruang tertutup dengan suhu dingin ber AC. Dia bukan sosok yang hanya menenteng pena, berpindah singgasana dari satu meja ke meja berikut.

Tapi, Cek Endra adalah orang lapangan. Ia turun langsung, berpeluh keringat mengurusi rakyat. Berjibaku mengontrol kebijakan, agar tak jebol di eksekusi bawahan.

Matahari sedang terik-teriknya siang itu, Senin 4 Mei 2020, dilansir dari laman media jambilink.com, Cek Endra mengenakan setelan lapangan tactikal, dengan sepatu booth tinggi, Cek Endra tampil bak pasukan elit para komando.

Meluncur ke Desa Taman Dewa, ia memimpin langsung 60 warga yang bekerja membersihkan badan jalan. Mereka menebas semak belukar yang menyergap jalanan antara Simpang Taman Dewa hingga Guru Baru.

Turun ke lapangan mengontrol pekerjaan pembersihan jalan

Ini adalah program padat karya, yang nantinya akan melibatkan lebih 5.000 warga sebagai pekerja. Subhanallah…..Di tengah perang melawan pandemi, Cek Endra lagi-lagi memastikan negara hadir dan peduli. Dengan menyiapkan program padat karya salah satunya.

“Sehingga mereka punya pemasukan untuk menghidupi keluarganya,”kata Cek Endra di sela-sela meluncurkan program padat karya itu, jelas saja ini suatu bukti Cek Endra peduli akan ekonomi masyarakatnya.

Program padat karya menyasar 132 desa. Cek Endra menyiapkan fulus Rp 5 Miliar untuk honor pekerja, yang dananya diambil dari anggaran Covid-19.

Pekerjaannya macam-macam. Ada tebas bayang jalan, pembersihan drainase, penimbunan jalan berlobang, pembersihan sungai, dan sebagainya. Masa kerja sekitar 2 pekan.

“Wilayah program padat karya ini berada di 10 kecamatan,”ujar Cek Endra.

Cek Endra memberi pengarahan kepada para pekerja yang turut dalam program padat karya

Ruli bahagianya bukan main. Ikut program padat karya, ia kini punya secercah harapan.

Padahal, sejak dihajar Corona, ekonomi keluarganya sempat morat-marit. Usahanya gulung tikar. Ia makin bingung ketika pasokan pangan di rumah terus menipis. Mau beli beras tak ada uang.

“Syukurlah….ada program padat karya dari bapak Bupati. Sehingga dapur kami ngebul lagi…,”ujarnya sembari melempar senyum semringah.

Cek Endra berharap, program padat karya sebagai ikhtiar melawan serbuan Corona ini, betul-betul berfaedah bagi masyarakat. Sehingga tak boleh lagi ada warga yang susah, apalagi menjelang lebaran idul fitri.

“Saya ingin semoga semua warga bisa tersenyum bahagia menyambut puasa dan lebaran, meskipun kita sedang dilanda wabah,”ujarnya.

Sebelum beringsut, Cek Endra meminjam golok Ruli, lalu bergegas menerobos semak belukar di tepi jalan itu. Ia mencacah-cacah rumput gajah yang tumbuh menjuntai hampir dua meter itu.

Tak peduli terik panas, Cek Endra dengan penuh semangat mengayunkan goloknya, menumbangkan rerumputan yang menyubur di tepi-tepi jalan. Sesekali ia mengomandoi pekerja, mencontohkan bagaimana cara bekerja yang benar.

Sementara, sejumlah kepala dinas yang ikut mendampingi, terlihat kikuk menengok aksi sang Bupati.(*)