Panti Rehabilitasi Narkoba Sarolangun Kepedulian Nyata Pemkab Sarolangun Perangi Narkoba

Kabupaten Sarolangun adalah salah satu Kabupaten yang peduli terhadap bahaya narkoba yang dapat merusak dan menghancurkan generasi bangsa. Membangun gedung Instalasi Rehabilitasi ketergantungan Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif (Napza) adalah salah satu cita-cita Bupati Cek Endra yang sudah terwujud dan diapresiasi Badan Narkotika Nasional.

****

Upaya nyata itu dibuktikan Bupati Sarolangun Cek Endra dengan membangun gedung Instalasi Rehabilitasi ketergantungan Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif (Napza) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chatib Quzwain Sarolangun pada bulan Februari 2020 yang lalu.

Panti Rehabilitasi Napza Sarolangun terletak di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Bangun Jayo Kecamatan Bathin VIII Sarolangun Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah, kita sudah memiliki Instalasi rehabilitasi ketergantungan narkoba, ini adalah upaya nyata Pemkab Sarolangun dalam memerangi peredaran narkoba di Sarolangun,” kata Bupati  Cek Endra.

‘Menyikapi bahaya narkoba tidak cukup dengan rasa prihatin saja, harus ada upaya nyata,” ujarnya, saat meresmikan Instalasi Rehabilitasi Napza Sarolangun, dihadiri pihak BNN Kombes Pol Sri Badriyati, kepala BNP Jambi, Anggota DPRD Sarolangun dan Forkompimda.

Badan Narkotika Nasional  (BNN) melalui Kombespol Sri Budiarti mengapresiasi kepedulian nyata Bupati Sarolangun, itu, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Bupati Sarolangun itu, bahkan BNN mengucapkan rasa terimakasihnya kepada bupati Sarolangun dalam keseriusan memerangi peredaran narkoba.

”BNN sangat berterimakasih dan mengapresiasi bukti kepedulian Bupati Sarolangun, kepedulian nyata ini sangat sulit ditemukan di Provinsi lainnya se Indonesia,” kata Kombes Pol Sri Badriyati.

Ia menyebut ini kepedulian luar biasa karena berobat di panti rehabilitasi Napza Sarolangun, gratis.

“Ini sangat luar biasa, yang berobat disini tidak perlu bayar, semua biaya digratiskan Pemkab Sarolangun,” ujarnya.

Direktur RSUD dr. Bambang Hermanto, M. Kes mengatakan
Pasien yang masuk selama operasional Napza Sarolangun sejak Februari 2020 yang lalu adalah  sebanyak 23 orang.

“Yang sudah sembuh dan dipulangkan ke keluarganya ada 15 orang, yang dalam rehab sebanyak 8 orang,” kata dr. Bambang, Jum’at 30 Oktober 2020.

dr. Bambang menyebut para pasien selain direhab secara medis, juga dibekali ilmu agama dan kekuatan mental yang berkarakter.

“Kita juga membekali ilmu agama dan mental berkarakter pada pasien, sehingga ketika pulang ke tengah masyarakat, mereka sudah punya bekal ilmu agama dan kemasyarakatan, dan diterima di lingkungan masyarakat.” terang dr. Bambang. (*)