Panti Rehabilitasi Narkoba Inisiasi Bupati Sarolangun, Menuju BNNK dengan Standardisasi ISO

Foto : Kunjungan kerja dr. Amrita, Direktur PLRKM Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI di Panti Rehabilitasi Napza Sarolangun (4/11/2020)

KEPEDULIAN Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra terhadap bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah diwujudkannya dengan menginisiasi pendirian instalasi rehabilitasi narkotika psikotropika dan zat adiktif (Napza) RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun.

Pada suatu kesempatan yang lalu, terungkap bahwa ini merupakan salah satu cita-cita cucu pendiri Provinsi Jambi itu, yang sudah terwujud dan diaprrsiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia.

Kini panti rehabilitasi narkoba gratis itu melangkah menuju Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dengan standardisasi pelayanan mutu Internatinal Standardisation Organization (ISO).

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi kepedulian nyata Bupati Sarolangun itu, melalui Kombes Pol Sri Badriyati. BNN sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bupati Sarolangun.Cek Endra, bahkan BNN mengucapkan terimakasihnya pada bupati Sarolangun dalam keseriusan memerangi lajunya peredaran narkoba.

”BNN sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepedulian Bupati Sarolangun, kepedulian nyata ini sangat sulit ditemukan di Provinsi lainnya se Indonesia,” kata Kombes Pol Sri Badriyati BNN RI ketika mengunjungi panti rehabilitasi Napza Sarolangun di Kecamatan Bathin VIII Sarolangun- Jambi beberapa waktu lalu.

Yang teranyar, apresiasi serupa diungkapkan dr. Amrita, Direktur PLRKM Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, dalam kunjungan kerjanya meninjau panti rehabilitasi narkoba gratis itu, Rabu 4 Nopember 2020.

“Kami kagum pada fasilitas yang ada, ini suatu terobosan baru, Bupati Sarolangun memberanikan diri menjadi inisiator rehabilitasi narkoba dan menggagas rehab gratis bagi masyarakat Sarolagun, luar biasa,” kata Amrita.

Diwawancarai para awak media, Amrita mengatakan, BNN akan terus mensupport panti rehab Napza Sarolangun menuju kesiapan menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dengan standardisasi ISO pada bidang pelayanan mutu, terutama dalam kaitan capacity building, peningkatan sumber daya manusianya.

“Kami menawarkan apabila ada yang memenuhi syarat, ayok ikut uji kompetensi konselor adiksi, terkait perangkat yang akan melaksanakan layanan kami dorong untuk uji kompetensi tersebut, sehingga dapat melakukan layanan berkualitas,” terangnya.

“Mungkin kedepan dengan standardisasi ISO pelayanan mutu, layanan sarana dan prasarana yang ada terstandar dan merujuk pada standar layanan nasional 8807,” jelasnya.

Lanjut dr. Amrita, Panti rehab Napza bisa berkembang menjadi loka, balai atau menjadi pusat layanan tersendiri yang berkembang.

“Terkait layanan rehabilitasi Napza ini bisa berkembang, bukan hanya menjadi satelit RSUD tapi bisa menjadi loka, balai atau pusat layanan tersendiri yang berkembang, menjadi UPT dari Dinas Kesehatan,” urai dr. Amrita.

dr. Amrita seakan tahu kalimat yang ditunggu para pejabat Pemkab Sarolangun, Sekda Endang Naser, Arief Ampera, dr. Bambang Hermanto dan pejabat lainnya, yakni kemungkinan panti rehab Napza Sarolangun menjadi BNNK Sariolangun.

“Dengan fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap, pelayanan yang terstandardisasi serta melihat luasnya lahan yang strategis, Insyaa Allah kedepan panti rehabilitasi Napza Sarolangun bisa menjadi BNNK,” terang dr. Amrita.

Bak gayung bersambut, Sekda Endang Naser langsung menyambut pembicaraan dr. Amrita, ternyata kunjungan direktur PLRKM BNN RI itu dalam meninjau langkah panti rehab Napza Sarolangun menuju BNNK.

“Sekarang kita sedang mempelajari kemungkinan pendirian BNNK, karena salah satu tujuan kunjungan direktur BNN ini adalah dalam rangka memperkuat kita dalam pendirian BNNK, mudah mudahan terealisasi karena sudah sekian tahun Pak Bupati memperjuangkan ini, kita berharap segera terealisasi,” ungkap Sekda.

Perkembangan terkini panti rehabiitasi Napza Sarolangun, diketahui bahwasanya selama beroperasi sejak Februari 2020, sudah merehab 25 orang warga Kabupaten Sarolangun yang terindikasi dan terjangkit narkoba.

“Sampai hari ini sudah 25 orang warga Sarolangun direhab disini, yang sudah sembuh total sebanyak 15 orang, sekarang sedang direhab 8 orang,” kata dr. Bambang Hermanto, Direktur RSUD HM. Chatib Quzwain.

“Saya berharap agar masyarakat Sarolangun memafaatkan fasilitas yang disediakan Bupati Sarolangun ini, untuk menyehatkan anak dan saudaranya yang terindikasi narkoba, karena disini gratis sampai sembuh,” harap dr. Bambang. (*)