Paguyuban Seni Jawa Jambi : “Kita Bersama CE-Ratu”

JAMBI9.COM – Dukungan masyarakat pada pasangan calon Gubernur Jambi Cek Endra dan Ratu Munawaroh (CE-Ratu) semakin membumi, kali ini dukungan itu datang dari Paguyuban Seni Jawa Provinsi Jambi.

Drs. Sutrisno, MBA, pembina seni mengatakan Paguyuban komunitas Jawa Jambi ini tersebar di setiap kabupaten dan kota se Provinsi Jambi, beranggotakan 6000 (Enam ribu) orang lebih dengan Pembina Edi Purwanto dan Ratu Munawaroh.

“Kami menyambangi Sarolangun dalam rangka pendataan seni Jawa di Provinsi Jambi, sesuai arahan Bapak Edi Purwanto,” kata Sutrisno, Jum’at 16 Oktober 2020 di sela sarapan pagi di Warkop Becabang, Sarolangun.

Tiba di Sarolangun Kamis sore, para pentolan paguyuban kesenian Jawa ini singgah di Singkut.

“Ya, kita kemarin bersilaturahmi ke Singkut, di rumah Pak Satio Suhardjo, bicara dalam hal kesenian Jawa dan dukungan untuk CE-Ratu pada Pilgub Jambi,’ terang Sutrisno Pembina seni didampingi Sugeng, Sgpc, Mbah Suro sesepuh kuda lumping, Parjo MC spesial campur Sari dan Ki Sudi Widi Saputro spesialis wayang.

“Di Pilgub Jambi kita bersama CE-Ratu,” ungkap Sutrisno.

Sutrisno menyebut, dukungan komunitas yang dinakhodainya pada CE-Ratu punya alasan yang mendasar, Cek Endra dan Ratu Munawaroh adalah sosok pemimpin yang merakyat dan mempunyai kepediulian pada masyarakat dan kesenian Jawa di Jambi.

“Pak Cek Endra adalah figur pemimpin yang merakyat, sangat peduli dengan warga Jawa dan peduli pada kesenian Jawa, Jambi ini butuh peminpin yang merakyat,” terang Sutrisno.

Cek Endra melalui Evi Firdaus tim Militan CE-Ratu, mengucapkan terimakasih atas dukungan komunitas Jawa ini, menurutnya ini adalah langkah tepat, mendukung CE-Ratu, karena ini merupakan figur pemimpin yang peduli dan merakyat.

“Kita sangat berterimaksih atas dukungan paguyuban seni Jawa pada CE-Ratu, ini adalah langkah tepat untuk komunitas Jawa dan kemajuan Jambi ke depan,” ucap Evi Firdaus.

Kita tidak mengkotak-kotakkan suku atau etnis, kita menciptakan sinergi antara seni budaya Jawa dan seni budaya Jambi,” pungkas Evi Firdaus. (*)