Mileneal Sarolangun Gandrungi Program Ekonomi Kerakyatan P2DK

JAMBI9.COM – Gayung bersambut, pertemuan Gerry Tri Satwika putra kandung Cagub Cek Endra dan Tim pemenangan CE-Ratu Sarolangun bersama Milenial Sarolangun berlanjut dengan diskusi santai, terkait program unggulan Cek Endra dalam membangun Sarolangun.

Ternyata para milenial menggandrungi program P2DK yang merupakan program ekonomi kerakyatan yang terbukti sangat membantu masyarakat Sarolangun. Warunk Legend Sarolangun yang berada di seputaran simpang tiga Pasar Sarolangun itu semakin meriah, Senin malam, 2 Nopember 2020.

Diskusi santai itu mengalir dipandu tim pemenangan CE-Ratu, Ahyar, Saman AB, Almudasir dan Bang Awe. Sesekali terlihat Gerry Tri Satwika ikut menimpali.

Berbicara di tengah para anak muda kreatif ini, Saman AB memahami, Ia mengurai program pembangunan yang sudah digagas dan sukses di masa kepemimpinan Cek Endra, yakni program percepatan pembangunan desa dan kelurahan (P2DK), dengan jumlah dana yang digelontorkan RP. 200 Juta per desa/kelurahan, ada didalamnya bantuan modal untuk UKM, ini salah satu peluang bagi milenial untuk menjadi pengusaha, para milenial mendengar dengan takzim.

Bang Saman mengajak para milenial menjadi orang hebat, menurutnya orang Sarolangun sudah hebat sejak dulu. Bang Saman sekilas bercerita…
Sarolangun dulu pernah menjadi Keresidenan, Balai Panjang adalah kantor Bupati Sarko pertama…. Orang Sarolangun pernah menjadi Pemimpin Jambi.

“Orang Sarolangun ko dari dulu melawan, Buyut Gerry ini termasuk pendiri Provinsi Jambi, namanya Ahmad Basyariyah, Datuk Pak Cek Endra,” ungkap Bang Saman, sambil membakar semangat para milenial Sarolangun.

Reno, mewakili para Milenial menanyakan perihal dana bantuan program P2Dk, dari hal teknis mendapatkannya hingga pemanfaatannya.

Sama seperti para anak muda seusianya, pemuda jebolan sebuah universitas di Yogyakarta ini membutuhkan bantuan modal usaha.

“Kami sangat tertarik dengan bantuan dana program P2DK Bupati Sarolangun, sebagai anak muda kami ingin bantuan modal usaha, bagaimana aturan tehnis dan upaya mendapatkannya?” tanya anak muda yang juga owner Warunk Legend Sarolangun ini.

Pertanyaan Reno disambar Bang Awe, Ia memaparkan teknis bagaimana bisa mendapat bantuan P2DK, yang mana khusus untuk kelurahan pasar Sarolangun tidak ada usaha dalam ketahanan pangan, dana bantuan P2DK dimanfaatkan pada bidang UMKM.

Usai jawaban Bang Awe, jawaban untuk pertanyaan Reno diperkuat oleh Almudasir, salah satu pendamping program ekonomi kerakyatan semasa Bupati Cek Endra, dari Serjusade 100 juta perdesa hingga P2DK 200 juta per desa/kelurahan.

Para milenial bergantian menanggapi dengan positif dan sangat menggandrungi program unggulan Bupati Sarolangun itu.

“Mari kita ciptakan sejarah baik untuk Sarolangun, kita hantarkan Pak CekEndra menjadi Gubernur Jambi,” imbau Almudasir.

Keakraban berlanjut dengan menikmati hidangan nasi goreng dan Kopi khas Warunk Legend,dan roti sari kelapa Ridho, produk UMKM Sarolangun. (*)