Menuju BNNK, Direktorat PLRKM BNN RI Kunjungi Panti Rehabilitasi Napza Sarolangun

JAMBI9.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia melalui Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (Direktorat PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi BNN mengapresiasi Instalasi Rehabilitasi Narkoba Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun.

Apresiasi diungkapkan Amrita, Direktur PLRKM Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, dalam kunjungan kerjanya meninjau panti rehabilitasi narkoba gratis itu, Rabu 4 Nopember 2020.

“Kami kagum pada fasilitas yang ada, ini suatu terobosan baru, Sarolangun memberanikan diri menjadi inisiator rehabilitasi narkoba dan menggagas rehab gratis bagi masyarakat Sarolagun,” kata Amrita.

Pada hari yang sama Bupati Cek Endra menerima penghargaan Penggagas Panti Rehabilitasi Narkoba Gratis Pertama se Indonesia, di Jakarta.

Amrita menyebut, ini terkait penghargaan BNN kepada Bupati Sarolangun Cek Endra sebagai salah satu inisiator dan penggagas rehabilitasi gratis tingkat kabupaten se Indonesia.

“Ya, kunjungan ini terkait penghargaan BNN yang diberikan kepada Bupati Sarolangun sebagai salah satu inisiator rehabilitasi narkoba gratis tingkat kabupaten se Indonesia,” ucap Amrita.

“Kita harapkan fasilitas-fasilitas terus berkembang, ini butuh dukungan dari segala pihak, tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah, terutama bantuan pihak perusahaan dengan dana CSR-nya begitu pun partisipasi masyarakat,” harap Amrita.

“Harapan kami ini bisa berkembang bukan hanya didukung dengan Perda saja, tapi juga Perbup,” urai Amrita.

Amrita menyebut, Panti rehabilitasi Napza Sarolangun akan bisa cepat berkembang karena fasilitas dan letaknya yang
strategis, berada antara dua provinsi.

Menurutnya panti rehab ini akan bisa menjadi rujukan daerah lain, bisa menerima pelayanan residensial dari Peovinsi yang bertetangga dan kabupaten kota sekitarnya.
Diketahui, sejak operasionalnya, Instalasi Rehabilitasi Napza Sarolangun sudah merehab 23 orang pemuda Sarolangun mendapatkan berobat gratis, diharapkan terus berkembang.

Amrita meninjau setiap ruangan pelayanan rehabilitasi Napza Sarolangun didampingi Sekda Sarolangun Ir. Endang Abdul Naser, Direktur RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun dr. Bambang Hermanto, M.Kes dan pejabat terkait.

Diwawancarai para awak media, Amrita mengatakan, BNN akan terus mensupport panti rehab Napza Sarolangun menuju kesiapan menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dengan standardisasi ISO pada bidang pelayanan mutu, terutama dalam kaitan capacity building, peningkatan sumber daya manusianya.

“Kami menawarkan apabila ada yang memenuhi syarat, ayok ikut uji kompetensi konselor adiksi, terkait perangkat yang akan melaksanakan layanan kami dorong untuk uji kompetensi tersebut, sehingga dapat melakukan layanan berkualitas,” terangnya.

“Mungkin kedepan dengan standardisasi ISO pelayanan mutu, layanan sarana dan prasarana yang ada terstandar dan merujuk pada standar layanan nasional 8807,” jelasnya.

Lanjut dr. Amrita, Panti rehab Napza bisa berkembang menjadi loka, balai atau menjadi pusat layanan tersendiri yang berkembang.

“Terkait layanan rehabilitasi Napza ini bisa berkembang, bukan hanya menjadi satelit RSUD tapi bisa menjadi loka, balai atau pusat layanan tersendiri yang berkembang, menjadi UPT dari Dinas Kesehatan,” urai dr. Amrita.

dr. Amrita seakan tahu kalimat yang ditunggu para pejabat Pemkab Sarolangun, Sekda Endang Naser, Arief Ampera, dr. Bambang Hermanto dan pejabat lainnya, yakni kemungkinan panti rehab Napza Sarolangun menjadi BNNK Sariolangun.

“Dengan fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap, pelayanan yang terstandardisasi serta melihat luasnya lahan yang strategis, Insyaa Allah kedepan panti rehabilitasi Napza Sarolangun bisa menjadi BNNK,” terang dr. Amrita.

Bak gayung bersambut, Sekda Endang Naser langsung menyambut pembicaraan dr. Amrita, ternyata kunjungan direktur PLRKM BNN RI itu dalam meninjau langkah panti rehab Napza Sarolangun menuju BNNK.

“Sekarang kita sedang mempelajari kemungkinan pendirian BNNK, karena salah satu tujuan kunjungan direktur BNN ini adalah dalam rangka memperkuat kita dalam pendirian BNNK, mudah mudahan terealisasi karena sudah sekian tahun Pak Bupati memperjuangkan ini, kita berharap segera terealisasi,” ungkap Sekda.

Perkembangan terkini panti rehabiitasi Napza Sarolangun, diketahui bahwasanya selama beroperasi sejak Februari 2020, sudah merehab 25 orang warga Kabupaten Sarolangun yang terindikasi dan terjangkit narkoba.

“Sampai hari ini sudah 25 orang warga Sarolangun direhab disini, yang sudah sembuh total sebanyak 15 orang, sekarang sedang direhab 8 orang,” kata dr. Bambang Hermanto, Direktur RSUD HM. Chatib Quzwain.

“Saya berharap agar masyarakat Sarolangun memafaatkan fasilitas yang disediakan Bupati Sarolangun ini, untuk menyehatkan anak dan saudaranya yang terindikasi narkoba, karena disini gratis sampai sembuh,” harap dr. Bambang. (*)