Massa Aliansi Rakyat Jambi Seret Nama Bupati Masnah Busro, Bawaslu RI Berjanji Memproses Laporan

JAMBI9.COM – Aliansi Rakyat Jambi Menggugat, tidak omong kosong, mereka menepati janjinya menggeruduk Bawaslu RI, Senin pagi 4 Januari 2021, menenteng spanduk, mereka datang sekitar pukul 10 pagi.

Dari atas mobil komando, dengan suara lantang dan menggelegar, Julius memimpin aksi. Ia membakar semangat anggotanya, sambil memekik keras.

“Bapak Komisioner Bawaslu yang terhormat. Tolong ambil alih kasus dugaan mobilisasi ASN dan Kades di Pilgub Jambi oleh Paslon nomor 3. Karena kami tak mendapat keadilan di Bawaslu Jambi,” tegas Julius.

Pendemo itu menyeret nama Masnah Busro, Bupati Muaro Jambi. Mereka menuding keterlibatan sederet oknum Kades, oknum kepala dinas dan oknum camat di Muaro Jambi dalam Pilgub Jambi, ada campur tangan Masnah Busro.

“Kami meminta Bawaslu RI untuk memeriksa semua yang terlibat, baik kepala Dinas, kades, oknum camat maupun Bupati Muaro Jambi,” katanya.

Foto Bupati Muaro Jambi itu terpampang di beberapa spanduk yang ditenteng massa. Ada pula foto komisoner Bawaslu Merangin dan Muaro Jambi, yang dibalut kalimat “Pecat Komisioner Bawaslu yang terlibat dalam kecurangan Pemilu”.

Julius menegaskan demokrasi di Jambi telah dicoreng. Praktik mobilisasi ASN dan Kades itu telah membajak suara rakyat.

“Untuk itu… kami rakyat Jambi datang kemari. Kami mengharap keadilan. Jangan sampai demokrasi dirusak oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab,” ungkapnya lantang.

Massa Aksi disambut Bawaslu RI,
Hamid Idrus, Ia berjanji memproses laporan.

Seperti yang telah diberitakan media ini, massa aksi mendesak Bawaslu RI mengambil alih kasus dugaan pidana pemilu yang melibatkan Al Haris, yang dihentikan oleh Bawaslu Merangin dan Muaro Jambi.

Hampir satu jam menggelar aksi, perwakilan massa yang dikomandoi Julius diperbolehkan masuk. Mereka disambut Hamid Idrus, bagian pengaduan Bawaslu RI.

“Pimpinan sedang ada rapat. Jadi saya mewakili untuk menerima teman-teman sekalian,” kata Hamid Idrus.

Ia menyambut baik para pendemo yang menyampaikan aksinya.

“Kami tentu akan on the track aja. Laporan masuk akan kami terima,” ujarnya.

Soal laporan itu, Hamid menegaskan, bisa saja diproses.

“Bisa diproses kalau bukti faktanya benar,” imbuhnya.

Julius berharap Bawaslu RI secepatnya memproses kasus pelanggaran Pemilu yang pernah dilaporkan ke Bawaslu Merangin dan Muaro Jambi.

“Kami ke sini karena mengharap keadilan,” kata Julius. (*)