Maryadi Syarif Serukan Pilih CE-Ratu kepada Warga Lidung

Lambang kekuatan politik Cek Endra semakin nampak, Bupati Sarolangun itu memamerkan kedekatannya dengan Maryadi Syarif dalam silaturahminya dengan tokoh masyarakat Desa Lidung Kecamatan Sarolangun, Ahad 22 November 2020.

****

Siang itu, tokoh adat dan tokoh agama menyambut Cek Endra dengan gegap gempita

Pertemuan itu berlangsung Ahad, selepas Zuhur. Yang hadir perwakilan tokoh adat, tokoh agama desa setempat.

Mereka menyambut gegap gempita kedatangan Cek Endra. Bupati Sarolangun itu tak sendiri. Ia diiringi istrinya, Rosita Endra dan Gerry Tri Satwika putra kandungnya.

Cek Endra juga ditemani tokoh bepengaruh Lidung Maryadi Syarif, tokoh berpengaruh, Ketua MUI Sarolangun dan mantan Wakil Bupati Sarolangun.

Maryadi Syarif ikut menyeru-nyeru warga, untuk bersatu memilih CE-Ratu pada 9 Desember mendatang.

“Kita masyarakat Lidung harus bersatu. Sebagaimana dulu, kita bersatu mengantar HBA menjadi Gubernur dan Alhamdulillah jadi. Kali ini, kita antar Cek Endra untuk mengulangi kembali sejarah kemenangan masa lalu,” serunya.

Bukan tanpa alasan, Maryadi Syarif begitu getol mengajak warga mencoblos Cek Endra Ratu Munawaroh nomor 1, Ia menyebut rekam jejak Cek Endra.

“Dari tiga kandidat ini, saya tahu persis baiknya rekam jejak pak Cek Endra. Bagaimana hubungannya dengan warga. Bagaimana dia memperjuangkan agama, syariat Islam. Berkeringat mengajak warga Sholat berjamaah,” jelasnya.

Menurut mantan dosen UIN STS Jambi itu, Cek Endra punya komitmen tinggi terhadap dunia ponpes. Ia dicintai para ulama, karena konsisten menegakkan syariat Islam. Karena keberpihakannya pada agama.

“Sebagai orang awam, kita yakin bahwa pilihan ulama itu tak mungkin keliru. Cek Endra adalah kandidat yang disokong para kyai dan pimpinan ponpes se Jambi,” jelasnya.

“Ayo bersatu dukung CE-Ratu. Saya mohon dengan sangat,” serunya lagi.

Cek Endra bahagianya bukan main, menengok kekompakan warga Lidung, kampung halaman Yusniana, istri mantan Gubernur Jambi itu. Ia berterimakasih atas dukungan warga.

“Saya ingin mengabdi dan bekerja untuk rakyat. Bukan untuk gagah-gagahan atau mencari kaya. Kalau mikir kepentingan pribadi, saya lebih memilih pensiun dan istirahat bersama keluarga. Tapi, saya ingin mewakafkan diri untuk memajukan daerah,” jelasnya.

Dengan jabatan, Cek Endra mengaku ingin berdakwah. Bagaimana meningkatkan mutu ponpes, memperhatikan guru ngaji dan memajukan dunia pondok.

“Supaya santri-santri kita maju. Punya daya saing dalam menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Cek Endra lantas membeberkan bagaimana memajukan Jambi, utamanya mengerek ekonomi warga.

“Kita sudah merancang untuk membangun industri hilir. Nantinya produk pertanian maupun perkebunan dari Jambi akan dijual dalam bentuk barang jadi, bukan lagi bahan mentah. Sehingga ada peningkatan pendapatan petani. Lalu, pastilah akan banyak terbuka lapangan kerja. Sehingga pengangguran akan berkurang. Ini tekad saya,” bebernya.

Bagaimana investasi menjadi leading sektor, kedepannya. Satu perusahaan saja bisa menampung banyak tenaga kerja.

“Peluang-peluang ini yang akan kita buka,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Menjelang ashar, Cek Endra mohon pamit dan memberi salam, tak lupa menyempatkan berswafoto, berikutnya Cek Endra melanjutkan kunjungannya ke Kecamatan Bathin VIII. (*)