Lahan Ketahanan Pangan Program Bupati Cek Endra Over Target

Program percepatan pembangunan Desa dan percepatan pembangunan
Kelurahan (P2DK) Bupati Sarolangun Cek Endra tahun ini difokuskan pada bidang ketahanan pangan, untuk membantu masyarakat yang kesulitan ekonomi pada masa pendemi covid-19. Ditambah lagi menu bidang lain-lain sesuai potensi desa dan bidang pengembangan UMKM.

***

Tekad Bupati Cek Endra demi memenuhi ketersediaan pangan di Kabupaten Sarolangun, bukan hanya sekedar retorika, Bupati yang sudah 13 tahun memimpin ini membantu masyarakatnya dalam kemapaman bahan pangan melalui bantuan dana program P2DK.

Penguatan bidang ketahanan pangan menjadi yang utama, sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Sarolangun nomor 79 tahun 2020 tentang Perubahan atas Perbup nomor 48 tahun 2020 tentang petunjuk teknis pelaksanaan program bantuan Percepatan Pembangunan Desa dan Percepatan Pembangunan Kelurahan (P2DK),

Bahwa menu program bantuan P2DK adalah bidang ketahanan pangan, bidang perkebunan dan bidang lain -lain sesuai potensi desa.

Dalam melaksanakan program ini, khususnya pada bidang ketahanan pangan, Bupati Cek Endra menargetkan masyarakat menanam padi minimal 10 hektar setiap desa di tanah kas desa, atau se kabupaten Sarolangun menanam padi seluas 1500 hektar.

“Program P2DK pada masa pandemic ini kita fokuskan pada bidang ketahanan pangan, kita targetkan penanaman padi 10 hektar per desa,” kata Bupati Cek Endra saat akan launching penanaman padi sawah program P2DK di Kecamatan Cermin Nan Gedang beberapa waktu lalu.

“Kalau setiap desa menanam tanaman padi 10 hektar, ketahanan pangan kita akan aman,” ucap Bupati Cek Endra.

Pencanangan pemanfaatan bantuan P2DK ini disambut antusias masyarakat Sarolangun, sehingga lahan padi siap tanam menjadi over target.

“Ketersediaan lahan padi kita over (melebihi) target, Bupati menarget 1.500 hektar, dan bisa tercapai 2.094 hektar lahan siap tanam,” kata Sakwan, Kadis tanaman pangan hortikultura dan pertanian ( TPHP) Kabupaten Sarolangun.

Dari keterangan Kadis, lahan untuk penanaman padi sawah berjumlah 1.647 hektar dan Padi gogo (padi ladang) 447 hektar, kegiatan ini dilakukan di Kecamatan Bathin VIII 214 hektar, Sarolangun 222 hektar, Pelawan 551 hektar, CNG 275 hektar, Pauh 8 hektar dan Kecamatan Batang Asai 824 hektar.

Kecamatan yang tidak menanam padi adalah Air hitam, Limun, Mandiangin, dan Kecamatan Singkut. Hal ini disebabkan tidak tersedianya lahan padi, dan digunakan untuk menanam cabe, bawang merah, jeruk nipis/lemon, semangka, kulit manis, kelapa hibrida dan sawit.

Fokus pada tanaman pangan, bukan berarti tidak ada bidang lain, bidang peternakan dan perikanan tetap berlangsung di Kecamatan Air Hitam, Limun, Mandiangin dan Kecamatan Singkut.

Dengan program ini masyarakat sangat terbantu karena bibit, pupuk dan segala kebutuhannya menggunakan dana P2DK sejumlah Rp. 200 Juta per desa.

“Masyarakat pasti terbantu, karena tidak lagi membeli bibit, pupuk dan kebutuhan biaya pengolahan tanaman,” terang Kadis.

Lanjut Kadis, dalam program ini diminta semua yang terkait seperti Kades, PPL dan Masyarakat berperan aktif.

“Kita minta semua yg terkait berperan aktif, supaya ada lonjakan produksi dan pendapatan masyarakat,” pinta Kadis.

Senada dengan Kadis TPHP,
Kadis PMD Mulyadi menyebut, terkait konsekwensi dari program ini dibutuhkan peran aktif masyarakat, PPL dan unsur terkait agar dana yang digelontorkan di setiap desa dapat menunjang pendapatan masyarakat desa.

“Kita harap peran aktif masyarakat, PPL dan unsur terkait di desa agar dapat maksimal dalam penggunaan dana bantuan program ini, agar dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat, ” kata Kadis Mulyadi.

Ada lagi, yang tak kalah menariknya, pada menu bidang lain-lain sesuai potensi desa, ada usaha ternak jangkrik dan budi daya kelulut untuk menghasilkan madu.

Begitu pun menu pengembangan UMKM, simpan pinjam bagi perempuan dan bantuan peralatan dan perlengkapan untuk UMKM binaan.

“Pada menu bidang lain-lain dan pengembangan UMKM ini sangat membantu anak muda desa dalam menambah penghasilan, membuat generasi muda lebih produktif,” kata Muhammad Adhiem, Kabid UEM Dinas PMD Kabupaten Sarolangun. (*)