Kisruh APTP (Agrindo), Terkait Kesepakatan Pembebasan 300 Hektar Lahan Warga, Evi Firdaus Sebut Mashadi Bohong

Evi Firdaus, saat diwawancarai jambi9.com

JAMBI9.COM– Mashadi, Regional Office Manager PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa (APTP/Agrindo), beberapa hari lalu menyebut telah mengeluarkan lahan warga atas nama Amin dan telah menyerahkannya kepada pihak Amin, sesuai kesepakatan dalam mediasi di kantor Bupati Sarolangun, Rabu, 21 Agustus 2019 yang disaksikan Bupati Sarolangun, Kakanwil BPN Provinsi Jambi dan unsur Muspida.

Pernyataan Mashadi dibantah oleh
Evi Firdaus selaku kuasa Amin, dan Agrindo disebut berbohong karena tidak sesuai fakta sebenarnya.

“Menurut Kami apa yang dilakukan PT Agrindo itu tidak benar. Berdasarkan hasil kesepakatan pada tanggal (21/08/2019), itu sudah jelas menyatakan bahwa lahan pak Amin, yang lebih kurang 300 hektar harus dikeluarkan dulu. Dan harus diselesaikan, itu disaksikan oleh Kakanwil BPN Provinsi. Jadi kalau PT Agrindo mengklaim sudah mengeluarkan, kapan mereka mengeluarkan,” ucap Evi Firdaus, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan Evi Firdaus, sampai sekarang, pihak Amin belum pernah menerima penyerahan lahan dari Agrindo, bahkan tidak diajak dalam pengukuran.

“Ini yang kami pertanyakan selama ini, dari tanggal 21 Agustus 2019 sampai sekarang, kesepakatan itu tidak pernah dijalankan oleh Agrindo. Ini yang sangat disayangkan,” jelas Evi Firdaus.

Evi Firdaus menyebut, ada pun masalah-masalah terdahulu, itu sudah dikesampingkan oleh Agrindo dan ini dilakukannya dalam mengatasi konflik yang ada di internal Agrindo, untuk memperpanjang Hak Guna Usaha (HGU).

“HGU Agrindo berakhir pada 1 Januari 2020 yang lalu, sampai sekarang Agrindo belum pernah menyerahkan kepada kami. Jadi apa yang disampaikan oleh Mashadi itu bohong, dan tidak benar sama sekali. Ini sangat bertentangan dengan apa yang ada di dalam kesepakatan itu,” terang Evi Firdaus.

Selanjutnya, Evi Firdaus mempertanyakan kepada siapa
PT Agrindo menyerahkan lahan tersebut, sedangkan pihaknya tidak pernah menerima sama sekali.

“Mereka menyerahkan dengan siapa, tidak dengan kami. Kalau menyerahkan dengan masyarakat, itu sudah tertera bahwa 20 persen peruntukan masyarakat, yang 300 hektar punya kami. Jadi yang mana yang dikatakan oleh Mashadi itu?” tegasnya mempertanyakan.

“Kami sudah menyerahkan klaim Peta, dan titik koordinat sudah kita serahkan semua ini lahan kami. Sampai sekarang belum diserahkan. Ini klaim kami, dan kami merasa dirugikan selama ini dengan apa yang dilakukan oleh Agrindo,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pihak Evi Firdaus juga sudah mempertanyakan kepada Pemerintah Daerah Sarolangun dan pemerintah telah menyurati PT Agrindo.

“Dan tidak ada satu tanggapan apapun dari Agrindo. Seolah-olah mereka mengangkangi,hasil kesepakatan.“ Jelasnya.

“Sejak dilakukan mediasi, mereka tidak pernah menghubungi kami. Bahkan kami pernah mengirim surat kepada Pemerintah Daerah, yang ditembuskan kepada Agrindo dan Kementerian, Agrindo tidak pernah menanggapi,” Pungkas Evi Firdaus. (gus)