Kisah Cek Endra, yang Pernah Ditunjuk jadi Jubir ZN di Bangkok

CEK ENDRA, Bupati Sarolangun yang fasih berbahasa Inggris.

Menjadi andalan Zulkifli Nurdin dan para Bupati asal Jambi, ketika melawat ke Bangkok, Thailand, beberapa tahun silam. Cek Endra kini menjadi satu-satunya calon Gubernur yang fasih berbahasa inggris.

***

Sebuah surat undangan melayang ke meja kerja Gubernur Jambi, tahun 2009 silam. Zulkifli Nurdin tertegun menengok surat itu. Ia nyaris tak percaya, isi surat rupanya datang dari pemerintah Thailand.

Pemerintah Jambi diundang untuk menyaksikan kedigdayaan Thailand, di bidang pengelolaan pertanian. Ini kesempatan emas, gumam Zulkifli. Saatnya Jambi belajar memproduksi hasil pertanian, sekelas Bangkok itu.

ZN langsung terbang ke Bangkok. Ia tak sendiri. Pendiri PAN Jambi itu rupanya juga memboyong sejumlah Bupati. Utamanya Bupati asal PAN. Ada Cik Bur Bupati Muaro Jambi, Nalim Bupati Merangin dan Hasan Basri Agus (HBA) Bupati Sarolangun.

Tapi, HBA urung berangkat. Ia meminta Cek Endra–saat itu menjabat Wakil Bupati–, untuk ikut mewakilinya.

Baru saja menginjak kaki di Bangkok, ZN dan para Bupati melipir ke sebuah tempat makan. Maklum, lambung sedari tadi sudah memanggil-manggil. Seorang pramusaji datang menghampiri.

Ia bicara dalam bahasa Inggris. Menawarkan menu apa yang hendak dipesan.

Bukannya langsung memesan makanan, ZN dan para Bupati, ehhhh….malah saling pandang-memandang. Mereka tersadar, sedang tak berada di tanah air. Untuk berkomunikasi, mereka wajib menggunakan bahasa internasional, Inggris.

Alamakkk…

Cek Endra mahfum kecamuk yang sedang membuhul di kepala orang nomor satu di Jambi itu. Ia bergegas meraih daftar menu, lalu memesan makanan dan berdialog dengan pramusaji, tentu saja dalam bahasa Inggris. Fasih.

Bukan bahasa isyarat, yang sempat dikhawatirkan ZN dan rombongan Bupati.

Semuanya menjadi lega. Mereka tak menyangka, Wakil Bupati Sarolangun itu pandai berbahasa Inggris. ZN dan para Bupati tetiba tertawa lepas. Sejak itu, Cek Endra diangkat oleh ZN menjadi juru bicara selama di Bangkok.

“Untunglah ado Cek Endra. Jadi kami idak pake bahaso isyarat selamo di Luar Negeri,”cerita Cik Bur sembari terkekeh, becerita tentang pengalamannya itu.

Kefasihan berbahasa asing, rupanya didapat Cek Endra sewaktu menjadi karyawan di PT Tugu Pratama Indonesia–anak perusahaan PT Pertamina–. Mahir berbahasa Inggris, membuat karir Cek Endra terus bersinar.

Ia misalnya, oleh perusahaan langsung dipercaya mengemban tugas ke berbagai negara. Tak ayal, di usia sangat muda itu, CE sudah melalang buana ke seantero mayapada. CE pernah bertugas di London, pusat sepak Bola dunia itu, sebagai Executife Trainer pada tahun 1992. Di tahun-tahun berikut, CE terus pindah dari satu negara ke negara lain.

Dari London, ia terbang ke Hongkong. Setahun di sana, CE balik lagi ke London. Tapi, jabatannya kala itu sudah naik menjadi Manager. Sebelum ke London, ia beberapa kali singgah tugas di Singapura dan Bangkok.

Lama di Luar Negeri, membuat CE kian fasih berbahasa Inggris. Kepiawaiannya membaca keadaan dan ahli dalam bernegosiasi, akhirnya mengantar CE ke puncak karir. Tentu saja di usia yang terbilang sangat muda. Tengoklah, CE sudah ditunjuk menjadi Direktur Utama di PT Tugu Pratama, justru ketika berusia 30 tahun.

Subhanallah….

Sukses di negeri orang, tak lantas membuat CE jumawa dan lupa kampung halaman. Ia memilih balik kampung, untuk sebuah pengabdian. CE, kemudian berhenti dari Tugu Pratama, lalu mulai merintis bisnis di Sarolangun. Ia misalnya, mulai berdagang kayu hingga bisnis tambang.

Semuanya ia tekuni. Dengan gigih dan kerja keras. Ia percaya, ikhtiar tak pernah menghianati hasil. Pertemuannya dengan Hasan Basri Agus, pada 2006 silam, akhirnya membuka jalan politik bagi Cek Endra.

Lewat peran Zulkifli Nurdin, Cek Endra dan HBA berduet. Mereka turun di ajang Pilkada dengan mengusung tagline Sarolangun Emas. Sebuah tagline yang kelak diduplikasi HBA menjadi Jambi Emas, sewaktu menjabat Gubernur, 2010 lalu.

HBA-CE akhirnya digdaya dengan kemenangan telak. Keduanya berhasil merebut tahta Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun, atas sokongan Gubernur Zulkifli Nurdin.

Di mana pun berada, CE selalu mempersembahkan yang terbaik. Inilah yang, konon, dipercaya membuat CE selalu unggul, dalam kondisi apapun. CE misalnya, sukses menjadi Bupati Sarolangun, bahkan hingga hampir tiga periode. Ia mengukir sejarah, sebagai satu-satunya kepala daerah dengan masa jabatan lebih dua periode.

Meski terlahir dari keluarga serba berkecukupan, bukan berarti CE terbiasa hidup dalam kemewahan. Semasa remaja, CE rupanya, pernah berdagang kain di Sarolangun. Potongan kain ia beli di Jakarta dan di jual di kampung halaman. Jiwa enterpreneur telah tumbuh semasa ia berusia remaja. Kelak, petualangan dan tantangan itu, mengantarnya pada tangga kesuksesan.

Kini, cucu Ahmad Basyariah–salah satu pendiri Provinsi Jambi–itu, tengah berikhtiar menjadi Gubernur Jambi. Ia berpasangan dengan Ratu Munawaroh, istri mendiang Zulkifli Nurdin, orang yang pernah menunjuknya menjadi juru bicara semasa di Bangkok itu.(*)

Sumber : jambilink.com