Himpabal Akan Desak PT. APTP Serahkan Plasma dan Dana CSR Kepada Masyarakat Bathin Limo

Foto : Aksi Unjuk rasa Himpabal di PT. APTP (Agrindo) beberapa bulan lalu

JAMBI9.COM- Himpunanan Masyarakat Putra Bathin Limo (Himpabal) akan terus mendesak PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa (PT. APTP/Agrindo) menyerahkan kebun Plasma dan dana CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat Bathin Limo, Sarolangun.

“Kami akan terus perjuangkan hak masyarakat mendapatkan haknya dari Agrindo dengan berpedoman pada aturan dan hukum yang berlaku,” ucap Muhammad Ketua Himpabal, Jumat (12/6/2820).

Diketahui, beberapa kali aksi Himpabal dalam menuntut hak masyarakat hingga aksi 19 Maret 2020 yang lalu, belum satu pun direalisasikan pihak Agrindo.

Kepada media ini, Muhammad menyebutt tuntutannya kepada Agrindo terkait dugaan Perusahaan perkebunan kelapa sawit itu menyalahi aturan perkebunan, menyalah gunakan kawaaan HP (Hutan Produksi) dengan melakukan poenanaman kelaoa sawit skalla besar dan masa berlaku HGU yang telah habis (Over Lap) namun tetap beroperasi.

Bukan itu saja, Agrindo disinyalir belum menyerahkan kebun Plasma dan dana CSR kepada masyarakat Bathin Limo.

“Agrindo tidak menyerahkan peruntukan kebun plasma masyarakat, minimal 20 persen sesuai ketentuan yang berlaku, seharusnya paling lambat diserahkan setelah tiga tahun izin diberikan, begitu pun dana CSR,” ungkap Muhammad.

“Sampai hari ini Himpabal tidak mengakui adanya penyerahan CSR APTP, kami harus dilibatkan sesuai mediasi APTP dengan Himpabal atas nama masyarakat,” lanjut Muhammad.

Ada pun terkait imformasi bahwa Agrindo yang mengklaim telah menyerahkan Dana Plasma kepada tiga Desa di Kecamatan Pelawan, yakni Desa Rantau tenang , Desa Muara Danau dan Desa Lubuk Sepuh, pada bulan Februari 2020 yang lalu di Aula kantor Kepala Desa Lubuk Sepuh, diduga tidak jelas dan tanpa sepengetahuan ketua BPD.

“Dana Plasma yang diserahkan itu tidak jelas, dan baru pertama kali diserahkan setelah HGU Agrindo habis masa belakunya, dan tanpa sepengetahuan kami,” ungkap M Hatib, Ketua BPD terpilih, Desa Lubuk Sepuh.

Dari semua permasalahan Agrindo yang diduga mengabaikan hak masyarakt Bathin Limo, Muhammad secara tegas mengatakan akan terus mendesak Agrindo menyerahkan hak masyarakat secara sah sesuai kesepakatan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami akan terus mendesak Agrindo menyerahkan kebun Plasma, dana CSR serta semua hak masyarakat Bathin Limo secara sah dan legal, ” Pungkas Muhammad. (gus)