Hasil Program P2D Bupati Sarolangun, Puluhan Warga Pematang Kolim Punya Ternak Sapi

Foto : Ternak sapi P2D Wakijo, dusun Srimulyo Desa Pematang Kolim

Berkat dana bantuan Bupati Sarolangun melalui program percepatan pembangunan desa (P2D), puluhan warga Desa Pematang Kolim Kecamatan Pelawan, kini telah mempunyai ternak sapi, milik sendiri.

***

Dalam program P2D Bupati Sarolangun, di Desa Pematang Kolim, sesuai petunjuk tekhnis dan peraturan desa, masyarakat akan dapat memiliki hasil langsung dalam bentuk ternak sapi, hasil pemeliharaan ternak sapi yang dilakoninya.

Dari informasi yang dihimpun media ini, masyarakat 149 Desa se Kabupaten Sarolangun sudah akrab dengan bantuan P2D Bupati Sarolangun, dengan bantuan dana Rp. 200 Juta per desa, bersumber dari APBD Kabupaten Sarolangun. Hal yang sama juga dinikmati masyarakat Desa Pematang Kolim Kecamatan Pelawan.

Manfaat program ini sangat membantu dalam peningkatan ekonomi masyarakat, program ini sudah berlangsung 7 tahun.

Ditemui media ini di kediamannya, Kepala Desa (Kades) Pematang Kolim Usep Surya Mulyana memaparkan sekilas pengeloaan dana program P2D pada tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2018 Desa Pematang Kolim memanfaatkan dana P2D untuk memelihara ikan lele, jenis sangkuriang. Hasilnya dimanfaatkan untuk perlengkapan sosial bagi kepentingan umum dan uang kas desa.

Tahun 2019 dimanfaatkan untuk usaha penggemukan sapi sebanyak 13 ekor, dijual dan hasilnya kembali dibelikan hewan sapi sebanyak 26 ekor, dan kembali digulirkan kepada warga dalam usaha pengembiakan sapi.

Bantuan dana P2D tahun 2020 juga dimanfaatkan untuk usaha pengembang biakan sapi sebanyak 16 ekor dengan sistim
bergulir pada warga 8 dusun.

Jelas, dengan dana P2D dua tahun terakhir, 42 warga Desa Pematang Kolim sudah mempunyai usaha ternak sapi.

“Dari bantuan dana P2D 2020 untuk pengembiakan sapi, 6 ekor sudah dikawinkan, yakni sapi yang dipelihara oleh Safii Rahman, Triman, Septiono, Tupar Hidayat, Wakijo dan Pardiono,” terang Kades yang akrab disapa Kang Uus, ini, Selasa 27 Oktober 2020.

Kades mengakui, secara luas program unggulan Pemkab Sarolangun ini sangat membantu masyarakat, membuat warga memiliki usaha sendiri yang bersumber dari bantuan pemerintah.

“Untuk membantu ekonomi masyarakat, apa lagi pada masa sulit, program seperti ini sangat layak dilakukan, setiap daerah pasti menerima dan akan menikmati manfaatnya, apa lagi pada masa pandemi ini,” urai Kang Uus.

Lanjut Kades, program P2D sudah melekat di hati warganya,menurutnya, masyarakat memang harus disupport dengan bantuan berbentuk dana yang dikelola.

“Masyarakat menerima bantuan tersebut berupa ternak untuk dikembangkan menjadi usaha sendiri, hasilnya jelas sangat membantu,” ucapnya.

Menariknya, ketentuan tentang pengelolaan dana P2D sudah ada dalam Peraturan Desa (Perdes) Desa Pematang Kolim.

“Ketentuan tentang pengelolaan dana P2D sudah ada dalam Perdes Desa Pematang Kolim,
selanjutnya tinggal menjalani,aturannya jelas berpihak pada masyarakat pengelola,” ungkap Kades.

Munawan, salah seorang warga warga dusun Sidorejo Desa Pematang Kolim, kebagian mengelola usaha penggemukan sapi tahun 2019, setelah dijual bisa dibelikan 2 ekor sapi betina.

“Saya sekarang sudah punya sapi pribadi, hasil penggemukan sapi tahun 2019 yang lalu,” ucap Munawan.

“Dana bergulir dalam bentuk hewan sapi bantuan P2D menjadi modal bagi kami selaku warga masyarakat yang membutuhkan dalam peningkatan ekonomi,” pungkas Munawan. (*)