Di Tengah Pandemi Covid 19, Cek Endra Bantu Ringankan Beban Warga

Cek Endra Hadir Di Tengah Pandemi Covid 19, Sebar Ratusan Relawan di Setiap Penjuru Jambi
———————————–

Di tengah pandemi Covid 19 (Corona) yang mengancam kesehatan dan jiwa masyarakat, Cek Endra hadir di tengah masyarakat. Putra terbaik Sarolangun ini telah menabuh genderang perang terhadap pandemi Corona dengan melakukan upaya pemutusan rantai penyebarannya.

Cek Endra, melalui ratusan relawan, melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker gratis kepada warga masyarakat.

Dan ada lagi, pada perannya sebagai pribadi yang peduli, Cek Endra memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak Corona, di setiap penjuru Jambi.

Cek Endra, sebagai Bupati Sarolangun juga telah memastikan Pemerintah hadir di tengah perang melawan pandemi.

Membagikan beras gratis, bukan sekali lewat, tapi selama tiga bulan, setiap keluarga diberi gratis 20 kilo gram beras, dan ada lagi distribusi APD (Alat Pelindung Diri) yang terus-menerus digelontorkan, dan seterusnya mengeluarkan kebijakan -kebijakan yang pro rakyat.

Begitu pun sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra juga mewujudkan bentuk kepedulian Golkar kepada masyarakat se Provinsi Jambi dalam rangka memerangi Corona.

“Ya, sebagai bentuk kepedulian Golkar pada masyarakat dalam rangka bersama kita perangi covid-19 (Corona), semoga bermamfaat untuk masyarakat,” ucap Cek Endra, saat menyerahkan bantuan APD di Sarolangun beberapa waktu lalu..

Relawan Cek Endra, dalam berbagai nama dan jargon, hingga yang militan bahu membahu berjibaku, turun ke pelosok kabupaten, secara spontanitas menyapa dan merangkul warga secara pintu ke pintu memberikan bantuan, yang merupakan amanah Cek Endra dalam meringankan beban warga.

Para relawan dan militan Cek Endra melakukan bakti sosial atas kepedulian Calon Gubernur Jambi periode mendatang itu, melakukan penyemprotan disinfektan, pemberian masker gratis dan sabun antiseptik serta menganjurkan agar masyarakat selalu melakoni hidup sehat.

Di Sarolangun, penyemprotan disinfektan telah dilakukan di rumah ibadah, sekolahan, pondok pesantren, di pasar tradisional dan di lingkungan masyarakat umum yang dikemas dengan sebuah kegiatan HCE Peduli.

Di Merangin, penyemprotan disinfektan juga dilakukan di pesantren Azzakariyah, Al Munawarah dan lainnya, begitu pun di lingkungan masyarakat.

Di Bungo, dilakukan di Kuamang Kuning dan kota Bungo, begitu pun Tebo yang diperankan para relawan dan militan Cek Endra yang seakan tak kenal lelah, berbuat untuk kemaslahatan masyarakat.

Ada lagi yang menarik perhatian dan simpati masyarakat Kota Jambi pada Sosok Cek Endra, segerombolan relawan menggunakan tabung besar (tedmond) berisi cairan disinfektan untuk disemprotkan di lingkungan masyarakat Kota Jambi.

Hal yang sama juga dilakukan para relawan Cek Endra di Kabupaten Batanghari, hingga ada yang tercatat dalam satu hari menghabiskan 2000 liter cairan disinfektan.

Memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan maghfirah bagi umat muslim, para relawan dan militan Cek Endra tak ketinggalan melakukan bakti sosial dalam bentuk pembagian takjil ramadhan, pembagian masker cantik dari Cek Endra dan membagikan imsakiyah ramadhan.

Suatu waktu, saat Tim Militan HCE memberikan bantuan sembako dalam Bakti sosial HCE Peduli di Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu Kebupaten Merangin, Rabu (22/4/2020).

Terpantau media ini, Hendri Militan HCE yang jauh-jauh dari Sarolangun, merogoh kantongnya dan memberikan sejumlah uang.

“Ini sekedar uluran tangan kami, mungkin bisa untuk beli obat nenek,” ucap Hendri yang disambut sang Nenek dengan berlinang air mata.

Bibir Sang Nenek bergetar dengan mata berkaca kaca, menerima bingkisan sembako dari H Cek Endra dan uluran tangan Hendri Militan HCE.

“Sayo berterima kasih nian dengan nak Cek Endra yang telah membantu sayo dengan sembako ini, semoga Cek Endra sehat selalu dan dibalas oleh Allah SWT,” tutur Nenek yang berumur 80-an tahun itu, bertempat tinggal di Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu.

Apresiasi dan terima kasih dari warga seakan tak tertampung, hingga pada bulan puasa pun kegiatan sosial ini terus bergulir. (gus)