Di Sungai Penuh, Cek Endra Berbahasa Kerinci: “Mok Ragew CE-Ratu..!”

JAMBI9.COM – Menyapa tim di Sungai Penuh, Cek Endra berpidato penuh semangat. Berapi-api. Dengan memakai sepenggal bahasa Kerinci, Cek Endra mengajak tim bekerja keras memenangkan CE-Ratu.

“Mok Ragew bersama CE-Ratu…!” Kata Cek Endra, disambut riuh tepuh tangan, dikutip dari jambilink.com.

Bersambang ke Kerinci, Cek Endra merasa istimewa. Maklum, ia mendapat sambutan sangat luar biasa. Sepanjang bersosialisasi ke daerah-daerah, baru kali ini, kata Cek Endra, ia disambut warga di pagi hari.

“Habis subuh langsung disambut acara oleh warga. Ini luar biasa. Betul-betul istimewa,”ujarnya, sembari melempar senyum.

Cek Endra mengajak semua tim yang baru saja dilantik, agar bahu membahu. Memeras keringat, bekerja keras merebut hati publik. “Sentuhlah mereka dengan hati,” katanya.

Bupati Sarolangun itu lantas menyampaikan petuah penting. Dengan air wajah agak serius, Cek Endra sedikit mengatur posisinya di podium.

“Kedepankan pilkada damai. Jangan sakiti tim dan kandidat lain. Sambut pilkada dengan riang gembira,”ujarnya.

“Kami berniat mengabdikan jiwa raga untuk kepentingan rakyat Jambi. Kami ingin bantu warga Jambi. Seperti yang disampaikan Usman Ermulan tadi,”imbuh Ketua Golkar Provinsi Jambi itu.

Cek Endra Ingin melihat Jambi, paling tidak sejajar seperti Sumatera Utara. Bukankah Jambi paling lengkap sumber daya alamnya di Sumatera. Terbanyak dan terbesar minyak, gas, emas, batubara, dan wisata. Semua cukup.

Semen, terbesar ketiga. “Apakah potensi besar ini sudah berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat,”tanya CE, lantang.

Massa bergegas menjawab.

“Belummm…”

“Kedepan kita maksimalkan rejeki ini guna mengangkat derajat orang jambi. Agar lebih terhormat,”ujarnya.

Satu potensi besar Kerinci, yang akan menjadi perhatian CE-Ratu, ketika dipercaya menjadi Gubernur.

Apa itu?

“Kopinya yang sudah mendunia itu, harus berdampak bagi peningkatan ekonomi warga Jambi. Saya tahu, kopi dibayar buck dan cafe-cafe di Luar Negeri sana, sebagiannya berasal dari kopi kerinci. Tapi, kita tak pernah mendapat nama. Ini yang akan menjadi perhatian kita kedepan,”jelasnya.

Cek Endra menyebut kerinci tak boleh dipandang sebelah mata, potensinya luar biasa.

“Kalau Ado sanak kerinci Kito yang terbaik pasti kami posisikan. Bukan nepotisme tapi memang kualitasnya hebat,”tegasnya.

“Saya butuh birokrat yang profesional, dan orang kerinci punya kualitas untuk itu. Kerinci tidak boleh lagi di anak tiri kan, tidak boleh lagi ada bahasa itu, semua sama berniat membangun Jambi,” imbuhnya. (*)