Dengan Dana P2D, Desa Payo Lebar Bertekad Ciptakan Swa Sembada Sapi

JAMBI9.COM – Bantuan dana program percepatan pembangunan desa (P2D) sudah begitu melekat pada kehidupan masyarakat Kabupaten Sarolangun. Dana bantuan ekonomi kerakyatan sejumlah Rp. 200 Juta per desa setiap tahun ini terbukti bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga.

Disamping bermanfaat secara ekonomi, bantuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan (P2DK) yang digelontorkan dari APBD Sarolangun ini juga telah meningkatkan semangat usaha masyarakat, menuju ekonomi keluarga yang lebih baik bagi 158 desa dan kelurahan se Kabupaten Sarolangun. Seperti yang dilakukan di Desa Payo Lebar Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun.

Imam Syafii, Kepala Desa Payo Lebar Kecamatan Singkut
mengatakan dengan pengelolaan pengembang biakan sapi yang baik dari dana P2D, Ia bersama masyarakatnya bertekad menciptakan swa sembada sapi.

“Dengan pengembangan biakan sapi yang baik, dari pemanfaatan dana P2D, kita bertekad menciptakan swa sembada sapi, pendapatan petani akan meningkat. Dengan ketersediaan sapi yang cukup, masyarakat tidak lagi membeli sapi ke luar daerah, minimal untuk Singkut,” kata Kades Imam kepada jambi9.com.

Kades Imam menyebut, pemanfaatan dana P2D Desa Payo Lebar tahun 2020 digunakan untuk pembelian 14 ekor sapi betina untuk dikembang-biakkan dan dikelola oleh warga, dan sebagian dana dimanfaatkan pada bidang ketahanan pangan, sesuai intruksi Bupati Sarolangun.

“Untuk tahun 2020 ini, dana P2D kita belikan 14 ekor sapi betina untuk dikembang-biakkan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk bidang ketahanan pangan, dimanfaatkan untuk pembelian bibit palawija.

“Sebagiannya kita alokasikan untuk pengadaan bibit palawija, seperti bibit cabe, terung dan sayuran, sesuai intruksi Bupati,” terang Kades.

Lanjut Kades Imam, pemanfaatan dana P2D di Desa Payo Lebar tahun lalu juga untuk membeli 16 ekor sapi dan separohnya sudah beranak.

“Tahun 2019 kita belikan pada 16 ekor sapi, sudah beranak 8 ekor, anaknya nanti kita gulirkan kepada warga yang butuh dan berminat,” ungkapnya.

Dalam pengelolaan dana P2D, Kades Imam merubah “mine-set” masyarakat pengelola, bahwa dana P2D adalah sebagai dana program pengembang biakan sapi, bukan dana bantuan sapi.

“Kita ciptakan mine-set bahwa dana P2D adalah dana program pengembang biakan sapi, bukan dana bantuan sapi, ini bertujuan agar masyarakat mengelola dengan lebih serius dan terus berlanjut” tambah Kades.

“Dengan merubah mine-set dari istilah bantuan ke istilah pengembangbiakan, dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab,” urai Kades.

Menanggapi hal ini, Mulyadi Kepala Dinas (Kadis) PMD Sarolangun mengapresiasi pengelolaan dana P2D Desa Payo Lebar.

“Kita mengapresiasi pengelolaan dana P2D Desa Payo Lebar, secara prinsipnya pengelolaannya kita serahkan kepada masyarakat penerima manfaat, yang terpenting dana yang digelontorkan benar-benar dapat membantu dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” ucap Kadis Mulyadi . (*)