Debat Kedua, Tiga Cawagub Jambi ‘Berlaga’ Bahas SDM dan Sinkronisasi Pembangunan Nasional dan Daerah

JAMBI9.COM – Tiga Calon wakil gubernur (Cawagub) Jambi pada kontestasi pilkada Jambi 2020 akan ‘berlaga’ dalam pembahasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sinkronisasi Pembangunan Nasional dan Daerah.

Pelaksanaan debat kandidat tahap ke II ini akan digelar pada 21 November 2020, menampilkan tiga Cawagub, nomor Urut 1 Ratu Munawaroh, nomor urut 2 Syafril Nursal dan nomor urut 3 Abdullah Sani.

Tentu saja, diharapkan debat publik tahap II lebih tajam dari debat pertama. Karena pada debat pertama, debat calon gubernur dinilai banyak pihak jauh dari kata memuaskan. Malah ada yang menilai, debat perdana pada Sabtu malam, 24 Oktober lalu itu lebih pas disebut sebagai reuni atau temu kangen antar pemimpin.

KPU Provinsi Jambi sudah melakukan beberapa persiapan dalam rangka acara debat tersebut. “Kami sudah melakukan beberapa persiapan. Tempat pelaksanaan debat tetap di lokasi yang sama dengan debat pertama,” kata Komisioner KPU Provinsi Jambi Apnizal, Selasa 17 November 2020, dikutip dari jambione.com.

Apnizal menyebut tema debat tahap ke II ini adalah tentang SDM dan Sinkronisasi pembangunan nasional dan daerah.

Ditanya siapa saja panelis dalam debat kedua ini, Mantan Komisioner KPU Tanjung Jabung Barat ini mengatakan panelis yang dipilih untuk meramu pertanyaan semua berlatar belakang akademisi dari kampus yang ada di Provinsi Jambi. Yaitu DR Abdul Malik, Dr Sukamto Satoto, DR Iskandar, DR Auri Adam Putro, dan DR Yesi Elfisa.

Sebagai moderator, KPU sudah sepakat tetap menggunakan tenaga lokal. “Hanya saja saat ini belum ditentukan siapa yang akan memandu proses debat tersebut,” ujar Apnizal.

Ratu Munawaroh, Cawagub nomor urut 1 pasangan Cek Endra, mengaku tidak ada persiapan khusus menghadapi debat nanti. Apalagi jelang debat, masih banyak undangan dari warga yang harus dipenuhinya.

Meski demikian, dari kunjungan yang dilakukan Ratu ke 11 kabupaten/kota selama ini, Ratu mengaku sudah memahami yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ini sudah tercermin dalam visi dan misi yang dibuatnya bersama Cagub Cek Endra.

“Tentu Saya tetap akan mendalami semua aspirasi yang diterima selama masa kampanye. Saya juga akan mendalami data-datanya dalam mewujudkan visi dan misi Jambi Cerah sesuai dengan tema yang diberikan KPU,” kata Ratu.

Selain itu, Ratu juga melakukan diskusi dengan ahli, stakeholder terkait dan masyarakat yang ditemuinya. “Intinya Insya Allah siap,” katanya. Makanya, Ia mengajak masyarakat Provinsi Jambi menonton debat kandidat cawagub. ‘’Semoga dari sini semakin kuat untuk memilih nomor satu pasangan Cek Endra-Ratu Munawaroh,’’ pungkasnya.

Terpisah, Cawagub nomor urut 2, Syafril Nursal yang mendampingi petahana Fachrori Umar juga mengaku tidak ada persiapan khusus. Selain memenuhi undangan masyarakat, dirinya juga tetap melakukan diskusi ringan dengan pakar dan ahli. “Seperti diketahui di debat pertama cagub Fachrori Umar sudah menyampaikan visi dan misi. Nanti di debat kedua kita akan menguraikannya,” katanya.

“Semuanya itu kan sudah kita buat dan berjalan. Jadi saya kira pada debat nanti akan santai, kita biarkan mengalir saja,” tambahnya.

Pengamat politik dari Universitas Jambi, Citra Darminto berharap, pada debat kedua nanti, antar calon harus lebih berani saling serang dan berbeda pendapat terkait isu-isu yang spesifik. Dan yang tidak kalah penting harus lebih fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan panelis.

“Jangan terlalu banyak basa basi. Perbedaan pandangan itu sangat penting, agar pemilih lebih jelas memilih karakter pasangan mana yang mau dipilih. Karena masyarakat lebih menyukai program kongkrit, bukan lagi janji semata. Artinya masyarakat selaku pemilih lebih menyukai program yang sederhana, realistis, logis dan bisa diimplementasikan,” katanya.

Menurut Citra, debat kedua akan lebih menarik apabila kandidat lebih tajam menyampaikan argumentasinya. Tentu dengan harapan pemilih bisa menilai karakter calon-calon pemimpin mereka. Sebab, cara berbicara, menjawab, dan menanggapi pertanyaan dapat menjadi bahan penilaian bagi pemilih atas calon-calon pemimpin mereka. “Apakah emosional, simpatik, atau lainnya. Itu bisa kita nilai,” sebutnya.

Ia mengatakan, evaluasi bagi penyelenggara sebagai lembaga mandiri yang dijamin konstitusi diharapkan bisa mengoptimalkan kewenangannya untuk menyelenggarakan debat sesuai kebutuhan publik. KPU Provinsi Jambi mempunyai tanggung jawab untuk mengkonkritkan tema debat dengan harapan nanti dapat menunjukkan perbedaan dari tiap kandidat.

‘’ Harapan saya kepada penyelenggara, dalam hal ini KPU Provinsi Jambi, debat kedua nantinya kisi-kisi terkait pertanyaan penelis agar tetap dirahasiakan sehingga jawaban dari masing-masing kandidat nanti lebih original,” jelasnya.

Begitu juga dengan para penelis, menurut Citra, harus detil menggali masalah pokok yang dirasakan langsung masyarakat Provinsi Jambi. “Materi pertanyaan dalam debat harus lebih membumi, agar dipahami langsung oleh publik. Untuk moderator harus lebih tegas mengarahkan jalannya debat. Artinya kandidat harus di ingatkan apabila ada pertanyaan-pertanyaan yang belum dijawab,” tukasnya.(*)