Dana Desa untuk COVID-19

JAKARTA – Dana desa akan dialokasikan untuk penanggulangan pandemi COVID-19. Nantinya anggaran dana desa akan dibagi dalam beberapa skema baik padat karya tunai desa hingga bantuan sosial.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan anggaran untuk program Padat Karya Tunai Desa akan menyasar ke seluruh warga desa. Mereka diantaranya adalah rumah tangga miskin, pengangguran, setengah pengangguran, serta anggota warga lainnya yang akan diberdayakan dalam pembangunan infrastruktur.

Dikatakannya, dalam program tersebut, masyarakat yang terlibat akan diberikan upah setiap hari. Namun akan diberikan tiga hari sekali atau seminggu sekali.

Lalu, lanjut Mendes, dana desa berupa bantuan sosial, akan menyasar semua masyarakat desa yang termasuk rumah tangga miskin namun belum mendapat Program Keluarga Harapan, Bantuan Langsung Non-Tunai dan sebagainya.

“Nanti, desa akan melakukan pendataan, verifikasi melalui musyawarah desa untuk mengetahui siapa saja yang berhak menerima Bansos itu,” ungkapnya.

Namun, dia memastikan tidak akan ada masyarakat miskin terdampak COVID-19, yang tidak mendapatkan fasilitas yang dikembangkan Pemerintah.

Dikatakannya program padat karya tunai sebagai upaya pemerintah melindungi daya beli masyarakat di pedesaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan program-program padat karya di berbagai Kementerian diintegerasikan. Baik jenis programnya maupun waktu pelaksanaannya.

Dia menjelaskan terdapat program dari Kementerian Pertanian antara lain perpipaan, pembuatan embung, dan rehabilitasi kebun yang programnya sebagian tersebar di 34 provinsi.

Dia juga pun menegaskan program-program yang ada di hampir setiap Kementerian tersebut akan dikoordinasikan dan akan ditentukan jadwalnya. Sehingga masyarakat mengetahui agenda tersebut.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam rapat terbatas “Percepatan Program Padat Karya Tunai” melalui “video conference” Jokowi meminta agar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dapat memperbanyak program padat karya tunai untuk membantu warga yang terdampak COVID-19.

“Saya ingin menekankan beberapa hal pertama, kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah agak memperbanyak program-program yang sifatnya padat karya tunai,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.(fin)