Cek Endra Jadi  Saksi Nikah Putri Kyai Sayuthi Ponpes AlFatah

Cek Endra dianggap keluarga sendiri bagi keluarga besar almarhum KH Sayuthi Latif, Ponpes Al Fattah, Singkut. Calon kuat Gubernur Jambi itu dipercaya menjadi saksi pernikahan putri kandung sang kyai, Zakiyatul Mutiah, anak keempat sang almarhum.

***

Bupati Sarolangun itu tertunduk haru. Matanya sempat berkaca-kaca ketika mempelai pria membaca ayat suci Alquran, surat Ar Rahman.

Akad nikah itu berlangsung di Masjid Al Hidayah, yang berada di area komplek pondok pesantren Al Fattah, Desa Payo Lebar, Singkut. Almarhum sang kyai adalah pengasuh di pondok Tahfidzul Qur’an itu.

Cek Endra sengaja tak menerima tamu pagi ini, Kamis 15 Oktober 2020. Ia buru-buru harus memenuhi undangan sahibul hajat.

Turun dari kendaraannya, Bupati Sarolangun itu bergegas diboyong masuk ke Masjid. Ia tampak melempar senyum dan salam ke warga, sembari mengatup kedua tangan ke dada.

Cek Endra duduk bersila di samping mempelai pria, Muhammad Widodo Fariq. Di sebelahnya Hilalatil Badri, Plt. Bupati Sarolangun.

Cek Endra sempat takjub ketika si mempelai pria membacakan surat Ar Rahman. Widodo melantunkan ayat suci itu dengan suara merdu, tanpa menengok Al Qur’an.

Di saat itulah mata Cek Endra terlihat berkaca-kaca. Ia ikut terharu dan bahagia. Sesekali Cek Endra tampak menyeka wajahnya yang teduh itu, dengan sapu tangan.

Yang kian membuat Cek Endra terpukau ketika menengok si mempelai pria, yang membacakan langsung khutbah nikah itu.

Prosesi nikah tak seperti lazimnya. Sebelum akad, si mempelai wanita tak didudukkan bersama.

Akad nikah berlangsung dalam bahasa Arab.

Putri sang kyai menyaksikan momen bersejarah itu dari bilik kamarnya. Begitu Cek Endra, sebagai saksi menyatakan proses nikah itu “sah”, gemuruh takbir, tahmid, dan sholawat langsung membumbung.

Barulah si mempelai wanita diboyong keluar. Ia langsung duduk di sebelah Widodo, yang baru saja sah menjadi imamnya itu.

Keduanya tampak bahagia. Si wanita langsung bersalaman dan mencium tangan suaminya. Kedua mempelai itu lantas bersimpuh di hadapan kedua orang tua, termasuk Cek Endra.

“Alhamdulillah…prosesi akad nikah berlangsung lancar. Saya mendoakan semoga kedua mempelai hidup bahagia, sakinah, mawaddah warohmah,”kata Cek Endra, dilansir dari jambilink.com.

Ia mengaku ikut terharu menjadi saksi pernikahan putri almarhum sang kyai.

“Tadi sempat merinding sewaktu mempelai pria membaca Al Qur’an. Suaranya indah. Membuat hati kita yang hadir bergetar,” ujarnya.

Warga dan kekuarga besar ponpes Al Fattah mendoakan Cek Endra sukses menjadi Gubernur.

“Semoga beliau selalu diberikan kesehatan. Selalu dalam lindunganNya. Dimudahkan jalannya. Dipercaya oleh rakyat untuk menjadi pemimpin yang amanah. Amin allohumma Amin.” Ujar Gus Hajar, kakak kandung mempelai wanita.

Menjelang siang, Ratu Munawaroh tiba. Acara dilanjutkan dengan resepsi. Oleh mempelai wanita, Cek Endra diminta menyampaikan tunjuk ajar.

Puncak resepsi ditandai dengan ramah tamah.

Ahlul bait sempat meminta Ratu Munawaroh melantunkan sebuah lagu. Rupanya, Ratu punya historikal dengan keluarga besar Gus Hajar. Abang kandung Ratu adalah sahabat Gus Hajar. Keduanya sama-sama di persilatan pagar nusa.

Tetamu langsung terpukau menengok Ratu melantunkan lagu. Beberapa warga terlihat merekam aksi sang Ratu.

Sebelum beranjak, Cek Endra dan Bu Ratu Munawaroh sempat dikerumuni warga. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur itu meladeni warga yang berduyun-duyun meminta swafoto.

Cek Endra dan Ratu pamit setelah memberi salam. (*)