Cek Endra Diserang “Black Campaign”, Ini kata Sony Zainul dan Desi Arianto

Foto : Desi Arianto, Direktur Media Center CE-RATU

JAMBI9.COM – Cek Endra, Calon Gubernur Jambi diserang black campaign, tuduhan negatif yang memfitnah itu datang dari mereka yang mengatasnamakan tim Cek Endra yang disebar melalui sebuah media online dan digoreng di sosial media.

Dilansir dari laman media jambilink.com, ceritanya, ada orang yang mengatasnamakan tim Cek Endra. Tidak jelas tim yang mana. Tim itu diklaim meminta fotocopy KTP para komunitas ojol (ojek online), mereka mengaku diundang menghadiri sosialisasi dengan dijanjikan akan diberi uang transport.

Tidak jelas sumbernya, berita itu langsung menyebar luas. Salah satu media online yang mengangkat berita itu mencatut narasumber anonim.

Sony Zainul, Ketua Relawan CE-Ratu Provinsi Jambi langsung angkat bicara. Ia memastikan informasi itu tidak benar.

“Tidak ada intruksi kepada semua tim untuk mengumpulkan KTP. Tidak ada juga janji soal uang pada setiap pertemuan,”kata Sony Zainul, tegas.

Operasi pecah belah, kata Zainul, sedang berlangsung untuk menghancurkan barisan CE-Ratu. Ia menegaskan tidak ada tim Cek Endra yang mengumpulkan KTP ojol dan menjanjikan apapun, seperti fitnah yang disebar itu.

“Ini sebuah fitnah keji yang sedang dimainkan. Kami sedang berkonsultasi dengan tim hukum dan aparat, untuk menyelidiki para aktor yang menyebar berita black campaign ini,” ucap Zainul.

Desi Arianto, Direktur Media Center CE-RATU angkat bicara. Ia mengklarifikasi ihwal serangan fitnah yang diluncurkan kepada Cek Endra. Apalagi pemuatan berita itu berujung pencemaran nama baik kepada sang kandidat.

Berikut karifikasi media center CE-Ratu :

Sehubungan dengan berita di salah satu media online yang terbit dengan judul Tim Ce diduga tipu para ojol Maxim, driver : belum jadi aja uda PHP

Dapat kami klarifikasi sebagai berikut:

Kami tidak pernah memerintah menjanjikan konsumsi hingga duit minyak serta meminta KTP.
Dengan protokol covid 19, maka dari awal kami tidak berniat melakukan konvoi saat pendaftaran atau mendatangkan massa.

Kegiatan pendaftaran tidak melibatkan massa. Hanya melibatkan pasangan calon, ketua dan sekretaris partai pengusung serta LO.

Bahwa Kami keberatan atas pemberitaan yang berbau tendensius, berujung fitnah. Mengabaikan asas keberimbangan dengan tanpa konfirmasi.

Setelah berkoordinasi dengan tim advokasi maka kami akan menyelidiki dan menindaklanjuti siapa pihak-pihak yang sudah menjanjikan dengan atas nama Tim CE.

Mari kita laksanakan pilkada serentak 2020 ini secara bermartabat dengan mengedepankan nilai dan norma jurnalistik.

TTD

Desi Arianto.

Dikonfirmasi, Desi menyebut pihaknya sangat merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut. Yang tak mencatut sumber yang jelas dan berujung fitnah. Dari jejak digital, mantan anggota KPU Provinsi Jambi ini menyebut media itu memang kerap menyerang CE dan Ratu.

“Ini sudah tidak sehat. Jangan sampai media justru dipakai untuk menyebar hoax dan black Champaign,” katanya. (*)