Cek Endra Berbagi : “Mugi Gusti Allah mBales Saene Bapak Cek endra…”

Kegiatan relawan H. Cek Endra (HCE) di bulan puasa ramadhan menjelang lebaran setiap tahunnya, mengantarkan bantuan sosial dari H. Cek Endra kepada yang membutuhkan, di Kabupaten Sarolangun dan di tempat lainnya.
———————————

Dengan spontannya terucap di mulut tua Mbah Nono, “Mugi gusti Allah mbales saene bapak H. Cek endra,”

“Semoga Allah membalas kebaikan Pak H. Cek Endra,” ucap wanita tua 77 tahun itu, saat menerima bantuan sembako dari H. Cek Endra melalui tim Militan HCE, Kamis (30/4/2020) di depan pintu gubuknya yang sepertinya sudah lama tak terurus, di jalan menuju 31, tepatnya di seputaran Desa Pasar Kecamatan Singkut.

“Bukti begitu membutuhkan uluran tangan, mbah ini menangis diberi bantuan,” kata Evi Firdaus, Militan HCE menanggapi Mbah Nono yang menangis terisak saat menerima bantuan dari H. Cek Endra.

Sebelumnya, Militan HCE mendapatkan Mbah Nono sedang berjalan jongkok bersandal jepit terseok -seok, secara spontan pula Lilik Nurcahyo menghentikan laju kendaraannya dan diikuti mobil lainnya yang di dalamnya ada Evi Firdaus dan Militan HCE lainnya, dengan tenaga mudanya Lilik menggendong Mbah Nono hingga ke pintu gubuk dhu’afa itu.

Penelusuran Militan HCE dalam kegiatan Cek Endra Berbagi berlanjut, Mbah Sumini, “Terimakasih Pak Cek Endra, Saya gak bisa balas, sing balas sing kuoso,” ucap Mbah Sumini dalam bahasa campur sari dengan dialeg Jawa-nya.

Tak jauh dari Mbah Sumini, Militan HCE menemukan Mbah Mariyam (75) sudah 4 tahun menderita stroke, perempuan tua renta, berjalan harus menggunakan alat bantu.

“Mugi gusti Allah mbales,
sampon maringi kulo sodakoh
lan kulo dongaken bapak H cek endra dados gubenur,”

“Semoga Allah membalas kebaikan Pak Cek Endra, sudah meberikan saya sedekah saya doakan pak H. Cek Endra jadi Gubenur Jambi,” ucap Mbah Mariyam sambil berpegangan di kursi plastik agar bisa berdiri.

Terang saja, kali ini Militan HCE bergerak di lokasi eks transmigrasi Singkut, berbagi bantuan dari H. Cek Endra kepada para dhu’afa, disini banyak juga ditemukan para usia lanjut
yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

Kehadiran Militan HCE di Desa ini, sempat berkunjung ke Tokoh Masyarakat, salah satunya Pak Satio mantan Kades Desa Pasar, periode 1999-2011.

Pak Satio menyebut, kepedulian H. Cek Endra kepada rakyat kecil, tidak diragukan lagi, dari dulu seperti itu.

“H. Cek Endra sangat peduli pada rakyat kecil dari dulu, sejak dia wakil bupati,” kata Pak Satio.

“Pak CE gak ada cacatnya, kebijakannya bagus, dengan masyarakat dia baik dan membantu,” terang Pak Satio yang juga mengaku senang dengan kebijakan-kebijakan yang digelontorkan H. Cek Endra. (*)