CE-Ratu Akan Buka Akses Layanan Publik dan Pekerjaan Kaum Difabel

Cek Endra dan Ratu Munawaroh (CE-Ratu) peduli kaum difabel, Duet yang mengusung jargon Jambi Cerah itu adalah satu-satunya kandidat yang memasukkan secara spesifik program khusus untuk kelompok rentan, perempuan dan difabel.

***

Dikutip dari jambilink.com, dalam lawatan ke Kabupaten Kerinci, Ratu Munawaroh sempat bersua komunitas difabel, didampingi Ramli Thaha Tokoh Kerinci. Ia berdiskusi banyak hal, utamanya tentang perhatian pemerintah terhadap mereka. Ratu Munawaroh tetiba sedih hati. Ada seorang ibu, yang curhat padanya, sambil tersungut-sungut.

Sang Ibu terpaksa harus menyemangati diri sendiri dan juga putrinya, untuk terus melajutkan hidup sebagaimana anak-anak normal lainnya. Ibu itu mengisahkan, putrinya kurang memeroleh perhatian di sekolah umum karena sering dibully.

“Saya sedih. Kedepan, tidak boleh lagi ada perbedaan perlakuan bagi kaum difabel. Kami CE-Ratu, jika diizinkan oleh Allah SWT memimpin Jambi, akan membuka ruang sebesar-besarnya kepada sahabat difabel. Termasuk bagi keluarga difabel, untuk berkumpul, diskusi serta menunjukkan kepada dunia bahwa mereka sama dengan manusia lainnya,” beber Ratu Munawaroh, ketika berpidato di depan warga Kayu Aro, sepekan lalu.

Sewaktu melantik tim di Semurup, Ratu kembali mengungkapkan hal serupa. Ia menaruh perhatian penuh kepada kaum perempuan, termasuk para penyandang disabilitas itu. Atas dorongan itupula, Ratu mewakafkan diri untuk turun berlaga di Pilgub Jambi.

“Kami akan mendorong sahabat disabilitas agar mampu megoptimalkan karya-karya terbaik mereka, dibalik kekurangan-kekurangan yang dialami,” ujarnya.

Menurut Ratu, disabilitas adalah isu lintas sektor. Karena itu, duet CE-Ratu sangat mendukung upaya merubah paradigma pendekatan bagi kelompok disabilitas. Salah satunya melalui program kepedulian membuka akses terhadap kesempatan kerja.

Semua perusahaan dan lembaga pemerintah, kata Ratu, kedepan wajib memberi informasi pekerjaan apa yang ditawarkan, yang bisa dikerjakan kelompok difabel.

“Kami juga akan mendorong perusahaan untuk membuka lowongan bagi difabel pencari kerja,”ujarnya.

Dan dalam proses perekrutan, CE-Ratu akan memastikan kaum difabel bisa bersaing dari sisi kualifikasi dan dipanggil untuk wawancara.

“Tak boleh lagi ada perlakuan diskriminatif. CE-Ratu nanti akan menyingkirkan jauh-jauh stigma negatif tentang kemampuan kerja kelompok difabel. Mereka punya hak yang sama,”ujar Ratu.

Cek Endra mengimbuhkan, bukan hanya soal akses terhadap kesempatan kerja, dari sisi aksesibilitas terhadap angkutan umum dan fasilitas publik, CE-Ratu memastikan kelompok difabel tak lagi kesulitan.

“Pemerintah wajib menyediakan fasilitas untuk memudahkan kelompok difabel, agar bisa mengakses transportasi dan layanan publik,” ujarnya.

Selain itu, kata Cek Endra, pendidikan politik juga perlu diberikan pada difabel. Alasannya karena selama ini difabel cenderung tidak menyalurkan hak suara karena minimnya pengetahuan dan pendidikan politik.

“Sebetulnya teman-teman difabel juga bersemangat untuk menyalurkan hak suaranya. Tapi, kadang kurang difasilitasi. Kedepan, ini fokus CE-Ratu untuk membenahi,” katanya.

Diakui Cek Endra, Banyak penyandang difabel tidak memiliki akses ke TPS. Padahal, negara sudah menjamin hak politik kelompok rentan dan sudah menyusun panduan dalam pemenuhannya. Tapi, dalam praktiknya memang masih banyak kekurangan di sana-sini.

Yang lebih memprihatinkan, lanjut Cek Endra, masih ada pemahaman dari sebagian keluarga, difabel tidak harus menyuarakan pilihan politik. Mereka juga tidak mau repot membawa anggota keluarganya yang difabel ke TPS.

“Akhirnya ini menambah angka Golput. Kami, CE-Ratu akan memperhatikan persoalan kaum difabel ini. Kami ingin mewujudkan Jambi inklusif, menciptakan disabilitas unggul. Cita-cita itu bukan mustahil dicapai, asal ada kemauan dan komitmen dari seorang gubernur. Inilah komitmen kami, untuk tidak akan meninggalkan siapa pun dan mengakui disabilitas sebagai bagian dari sumber daya daerah dan bangsa,” jelasnya. (*)