Bupati Cek Endra Himbau Masyarakat Agar Tak Panik

SAROLANGUN,- Terkait tiga orang Rapit Test Corona di Sarolangun, Bupati Sarolangun Meminta kepada seluruh warga sarolangun agar tidak panik, namun selalu mewaspadai pandemi Covid-19 tersebut.

Pihak pemerintah melalui tim gugus Covid-19 selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi warga Sarolangun dalam penanganan khusus terhadap ketiga orang dalam pengawasan (ODP).

“Ya, jadi di Sarolangun ini kemarin ada 3 orang pasien, setelah kita lakukan dengan rapid test reaktif 2 orang, hari ini keduanya di isolasi di Rumah Sakit Umum, yang satu lagi tidak ada di temui gejala apa-apa sehingga itu boleh pulang, “Ujar Bupati, Kamis (23/4/2020).

Untuk dua orang saat ini sedang diisolasi, inilah orang dalam pantauan baru dilakukan pertama yaitu indikasi reaktif, ini memerlukan pemeriksaan dua kali lagi baru bisa dinyatakan positif.

“saya menghimbau kepada masyarakat dengan adanya orang-orang dari luar dari tempat lain untuk kita lebih waspada, tetap lakukan jaga jarak, tidak perlu keluar rumah bila tidak keperluan penting dan juga tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan, jangan lupa menggunakan masker dan juga cuci tangan sesering mungkin, “Imbuhnya.

Menurut Bupati, Sarolangun merupakan kota lintasan, sehingga banyak orang dari daerah luar masuk ke sarolangun kadang-kadang hanya untuk mampir, dan kadang-kadang orang salat di masjid, mengingat Masjid dikota sarolangun kebanyakan berada dipinggir jalan lintas.

“saya berharap waspada saja kita tetap dan masyarakat tenang gak usah terlalu cemas ada yang dua orang ini tetap isolasi dan kita menunggu hasil hasil berikutnya dan ini sepenuhnya belum terindikasi positif Karena itu yang perlu dipahami, “Jelasnya.

Kini tim gugus Covid-19 telah mengirimkan sampel untuk di Swap, apakah pasien tersebut bener bener positif corona atau tidak.

“Yang jelas saat ini masih dalam pengawasaan diisolasi di Rumah Sakit Umum sambil menunggu tes berikutnya, perihal ini tidak bisa cepat menumbuh hasil, paling tidak satu minggu kita pun menunggu dari tim ahli dari Provinsi Jambi dilakukan supaya hasilnya dikirim ke Jakarta nanti hasilnya baru kita dapat hasil apakah bisa positif, jika positif ia tetap tambah diperpanjang perawatan di Rumah Sakit Umum, “Kata Bupati.

Mengingat satu pasien dipulangkan, memang tidak ada ditemukan gejala, namun tidak lepas dari pengawasan.

“yang menunjukkan hasil tes pertama itu adalah reaktif, meskipun demikian tidak boleh keluar rumah tetap dalam pantauan tim, masyarakat tidak perlu cemas ya yang namanya PDP ini kan semua daerah ada yang kalau kita memang perlu waspada dan cemas itu kalau sudah dinyatakan positif sabar lah ya Tapi kita tetap waspada untuk tetap tidak bersentuhan tetapi masker buat cuci tangan biar tidak berkumpul di tempat keramaian, “Bebernya.

Meskipun sudah ada yang rapid test positif, namun Pemerintah kabupaten Sarolangun belum ada mengatakan tentang peningkatan status.

“Belum, kita tunggu perkembangan berikutnya, sampai saat ini kita belum melakukan peningkatan status, “Tandas Bupati (Ajk)