Adib, Putra Cek Endra Aktif Galang Massa Milenial

Semua orang terdekat Cek Endra ikut berjibaku, turun gunung menggalang massa. Adib, putra keempatnya, paling mencolok. Ia ikut berpeluh-peluh keringat, berjuang memastikan kemenangan untuk sang ayahanda dalam memenangkan Jambi 1.

***

Nama lengkapnya Muhammad Khalid Syailendra. Biasa disapa Adib. Perawakannya tinggi besar. Kulitnya keputih-putihan. Rambut tegak lurus, murah senyum.

Aura kepemimpinannya tampak menonjol. Ia sedikit bicara, tapi banyak bekerja. Gaya bicaranya, berisi, sangat intelek. Wibawanya…ehmmm…membuat semua wanita pastilah kepincut.

Ia paling aktif turun gunung. Mengomandoi Milenial Cek Endra, Adib bergerak menggalang segmen pemuda alias Milenial.

Sama seperti sang ayahanda, Adib juga intens masuk keluar kampung. Ia bergerak dari satu rumah ke rumah berikut.

Yang teranyar, Kamis 1 Oktober 2020. Bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke 24, Adib turun ke bawah, menemui anak-anak muda di Jambi Luar Kota alias Jaluko. Ia bersambang ke rumah warga, tepatnya di desa Kedenangan, dikutip dari jambilink.com.

Di situ, ia bertemu komunitas Milenial. Persamuhan itu berlangsung hangat. Tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Adib bicara panjang lebar dengan logat khas Jambi. Diskusi pun berlangsung penuh kekeluargaan. Adib sangat menguasai materi diskusi.

Ia misalnya, bicara tentang potensi pemuda.

“Anak mudo mesti ikut andil dalam kontestasi pilkada,”ujarnya.

Kenapa?

“Kareno sejarah membuktikan, ditangan pemudolah negara ini tegak. Anak-anak Mudo ikut andil dalam membangun bangsa. Lewat pilkada, Kito, anak-anak Mudo harus memastikan suaro Kito disalurkan untuk memilih pemimpin yang betul-betul berniat membangun daerah. Bukan pemimpin kaleng-kaleng,”kata Adib, berapi-api.

Ia lalu mengajak anak-anak muda di sana untuk berani keluar dari zona nyaman. Ia memompa semangat pemuda, untuk terus maju dan berkarya. Jangan berpangku tangan.

Adib bilang begini.

Sebagai putra seorang Bupati, kata Adib, ia bisa saja dengan mudah menjadi pegawai negeri. Tapi, dalam kamus hidupnya ia tak pernah memanfaatkan jabatan sang ayah.

Ia ogah menjadi pegawai, dan justru memilih hidup sebagai pengusaha.

“Harus berani. Kita harus belajar keluar dari zona nyaman,”ujarnya.

Para pemuda itu tampak takzim mendengar. Semuanya diam tertegun.

Adib menyebut bertandang ke Jaluko, untuk membantu menyosialisasikan sang ayahanda. Ia mengajak komunitas Milenial di sana, untuk ikut berjuang memenangkan CE-RATU.

Adib menjamin, figur ayahnya dan Bu Ratu adalah sosok berpengalaman. Mereka akan membawa perubahan bagi Provinsi Jambi.

“Kita di sini satu. milenial CE-RATU itu satu. Tidak ada istilah ini anak CE dan anak petinggi lain, di sini kito samo dan satu tujuan.. untuk menang kan CE-RATU,”tegasnya.

Turut mengiringi gerilya politik Adib di Jaluko, antaralain Koordinator Pemilih Muda Agus Syafaruddin, Jubir milenial Harvin, dan sekretaris AMPG Muaro Jambi Alvie Ridho. Hadir pula ketua Milenial CE Muaro Jambi, Hermanto.

Para anak-anak muda itu dengan kompak memekik lantang.

“Insyallah..kami siap mencerahkan Muaro Jambi….”

Dari Jakarta, lewat jejaring pertemanan Facebook, sang Ayahanda Cek Endra menyapa Adib. Ia bangga karena Adib ikut berjuang menjadi bagian dari sejarah untuk kemenangan CE-Ratu.

“Selamat Ulang Tahun Adib, Papa doakan semoga sehat, Rajin ibadahnya Dan terus berjuang bantu Papa…”tulis Cek Endra, sembari memposting foto berdua bersama Adib.

Bravo Adib ! (*)